Dongkrak PAD Lewat Tapping Box dan Wisata

0
187
Ade Angga

TANJUNGPINANG – Tapping box atau alat rekam transaksi usaha secara online diyakini bisa menghindari kebocoran pajak.

Karena itulah, tapping box diminta dipasang tahun ini dalam upaya menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang. Realitanya, sampai kini, pemerintah daerah belum merealisasikan.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga MM mempertanyakan apa kendala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (B2RD) Kota Tanjungpinang belum merealisasikan.

Ia mengatakan, tapping box salah satu alat untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sumber-sumber pendapatan di Tanjunpginang.

Diketahui bersama, sejak tahun lalu sudah dicanangkan untuk pemasangan tapping box tersebut. Bahkan DPRD Kota Tanjungpinang sudah menyetujui alokasi anggaran sosialisasi kepada pelaku usaha atau wajib pajak.

”Saya juga tanda tanya kenapa belum direalisasikan. Menurut saya sudah tidak ada kendala, mulai teknis, jaringan maupun pengadaan alatnya yang bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu Bank Riau Kepri,” ucapnya.

Bila alasannya jaringan, menurutnya di Kota Tanjungpinang tidak susah sinyal. Kendala teknis lainnya pun diyakini tidak ada.

Ia menuturkan, Batam saja sudah menerapkan. Maka diyakini Tanjungpinang pun sudah bisa segera bahkan sejak awal tahun lalu.

Dituturkannya, dari hasil komunikasi beberapa daerah yang menerapkan pemasangan tapping box, pendapatan dari sektor pajaknya meningkat bahkan melebihi target.

Ia meyakini melalui alat itu, menghindari kebocoran pendapatan dari sektor pajak. Sebab transaksi tercatat dan terdata dengan benar. Ini juga menghindari kecurian permainan oknum.

Sebelumnya, BPPRD Tanjungpinang berencana akan memasang 250 alat tapping box. Sosialisasi pun sudah dilakukan kebeberapa pelaku usaha. Mulai dari hotel, restoran dan kedai kopi.

Disinggung upaya menaikkan PAD, Ade Angga menuturkan sumber yang perlu digarap dari sektor pariwisata. Utama yang harus dilakukan pemerintah daerah melakukan pembenahan infrastruktur di luar hal lainnya yang penting. Dituturkannya, di tahun pertama masa pemerintah H Syahrul-Hj Rahma sudah membuat tapak-tapak pembangunan dari sektor pariwisata. Setelah itu, dulanjutkan dengan proses pembangunanya.

”Kepala daerah harus kreatif. Ini kuncinya agar pendapatan dari sektor pariwisata bisa terealisasi,” ucapnya.

Kreatif yaitu mengandeng pihak lain bekerja sama upaya mendatangkan turis nusantara maupun mancanegera. Minimal bersama pelaku usaha travel Bintan serta lebih baik bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura.

Disarankannya, pemerintah pun mendorong berbagai organisasi nasional melaksanakan pertemuan di Tanjungpinang. Diantaranya dengan ikut serta membantu pelaksanaannya. Bahkan melaksanakan exhibition atau pameran dengan menggandeng berbaga pihak.

Dari kegiatan ini, diyakini hotel-hotel, rumah makan serta transportasi akan menggeliat. Efek dominonya perputaran uang di tengah masyarakat membaik.

”Organisasi yang besar dan menasional di dukung melaksanakan kegiatan.
Diberikan stimulus namun harus dengan perencanaan yang matang. Tujuannya mendatangkan orang ke sini,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah melaksanakan ivent-ivent yang dapat dipromosikan skala nasional maupun iternasional. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here