DPMPTSP Welcome bagi Investor Pembabat Bakau

0
68
Hasfarizal Handra

BINTANBUYU – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Bintan membuka diri (welcome), bagi investor pembabat hutan bakau, di pantai Berakit. DPMPTSP menyarankan agar pihak pengusaha mengurus izin. Sementara, pihak kepolisian mendalami kasus penebangan bakau tersebut.

”Sampai sekarang, tidak ada pengajuan izin penanaman investasi di lokasi pembabatan bakau itu. Kami welcome kepada investor mana saja, untuk membangun investasi. Tapi iya, harus sesuai prosedur dan aturan,” kata Hasfarizal Handra, Kepala DPMPTSP-Naker Bintan, Jumat (20/4) kemarin.

Menurutnya, pihak pengusaha sebaiknya mengajukan izin untuk pembangunan vila atau resor, di kawasan tersebut. Setelah pengajuan izin, tim DPMPTSP akan mengecek lokasi. ”Kalau penebangan beberapa batang bakau untuk penataan kawasan, tanpa merusak lingkungan, itu bisa ditoleransi. Ya, kita lihat dulu lokasinya. Urus lah izinnya,” saran Hasfarizal.

Di pihak lain, pihak Polres Bintan melakukan pendalaman terhadap perkaran pembabatan hutan bakau di RT07/RW04 Kampung Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong tersebut. Kanit 3 Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Bintan, Ipda Angga Riatma Serunting mengatakan, beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan. Bahkan, penanggung jawab yang melakukan aktifitas itu, Kadri alias Atan pun sudah diperiksa oleh penyidik.

”Terkait pengrusakan pohon-pohon bakau tersebut, pihak kepolisian masih mendalami terhadap sangkaan pidana atas kejadian tersebut. Selain melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak pemerintah yang berwenang,” jelasnya, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lahan di lokasi tersebut adalah milik pengusaha inisial SM. Kawasan direncanakan untuk membangun objek wisata. Sebelumnya, Ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad telah mengecek ke lokasi. Saat meninjau lokasi, H Nesar Ahmad dan tim Satpol PP serta warga sekitar, meminta agar kegiatan dihentikan.

Kadri alias Atan, penanggung jawab aktivitas itu menuturkan, rencananya lahan seluas 4.000 meter persegi itu akan dibangun villa. Sehingga, beberapa batang pohon bakau yang berada di area lahan terpaksa ditebang, dengan menggunakan alat berat. Mengenai aktivitasnya yang sudah melanggar aturan, Atan mengaku tidak mengetahuinya. ”Ya kalau memang tidak boleh, ya kita hentikan,” ujarnya saat peninjauan, Senin (16/4) lalu. (fre/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here