DPRD Kepri Pertanyakan Kapal Operasional Pemprov

0
253
Rudi Chua

TANJUNGPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri mempertegaskan, permasalahan feri Pemprov Kepri yang saat ini tidak lagi digunakan Gubernur Kepri serta jajaran petinggi lainnya.

Mereka sangat menyayangkan bahwa saat ini Gubernur bersafari menggunakan kapal sewaan pihak swasta, sehingga dianggap memberatkan anggaran.

”Iya kita juga pertanyakan, mulai dari Sekda sampai biro umum, ada apa sebenarnya dengan feri tersebut, kenapa Gubernur selama ini menggunakan kapal sewaan,” tegas anggota Komisi III DPRD Kepri Asep Nurdin kepada Tanjungpinang Pos, Senin (26/3).

Politisi Hanura Provinsi Kepri itu meminta agar persoalan ini dicari jalan keluarnya, supaya ke depan keuangan Pemprov Kepri tidak boros. Apalagi harus membayar biaya sewa feri kepada pihak swasta yang nominalnya tidak sedikit.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Kepri Rudi Chua menambahkan, pihaknya menyayangkan seringnya aktivitas Nurdin Basirun, saat melakukan safari ke pulau-pulau di daerah pesisir Kepri, harus menggunakan kapal swasta, justru bukan menggunakan kapal operasional Pemprov.

Bahkan yang tidak kalah ironisnya, dia menyampaikan, ketika melakukan kunjungan tersebut tidak sedikit pula kepala OPD teknis, ikut dalam kunjungan kerja tersebut.

”Ini sudah sering dipertanyakan masyarakat, dan masalah kapal ini pun, terkadang kita miris, dan mempertanyakan, kemana sebenarnya kapal operasional Pemprov saat ini,” tegas Rudi.

Informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos, Pemprov Kepri itu menyediakan beberapa kapal khusus untuk kepala daerah. Antara lain Feri Kepri 01, Feri Kepri I, Feri Kepri 2, Feri Kepri 3 tidak lagi digunakan karena insiden terbakar, dan kemudian feri Kepri 4, Feri Kepri 5 sampai dengan Kepri 6 dan 7.

Salah satu diantara Feri ini ada yang sudah dipinjam pakaikan untuk pimpinan DPRD Kepri, dua diantaranya naik dok masing-masing di Tanjungpinang dan Kota Batam, kemudian lainnya hanya terdampar di pelabuhan pemprov di Punggur, Batam.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun, justru memilih tidak menggunakan salah satu kapal tersebut, dirinya memilih untuk menyewa kapal milik salah satu pengusaha di Tanjungpinang. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here