DPRD Sidak Sarden Mengandung Cacing

0
716
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu bersama Kadinkes Tanjungpinang, Rustam mengecek isi kemasan ikan kaleng di beberapa toko.F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Untuk memastikan tidak ada lagi ikan sarden yang mengandung cacing, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko di Kota lama, Jumat (23/3) pagi.

DPRD turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan, Rustam, anggota Satpol PP dan pegawai Disperindag.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menilai para pedagang atau pemilik toko perlu mengetahui terkait dugaan ikan sarden yang mengandung cacing dalam kemasan tiga merek tersebut.

Diantaranya merek Farmerjack, Merek IO dan HOKI.Selama melakukan pengecekan kemasan ikan kaleng, Maskur mengakui tak menemukan hal tersebut. Meski demikian, ia tetap meminta pemilik toko untuk tak menjual tiga merek sarden yang dicurigai, sebelum ada penyampaian resmi aman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam tersebut.

Baca Juga :  Sirajudin Nur Jabat Waka Komisi IV DPRD Kepri

”Sampai dikeluarkan hasil penelitian dari BPOM, maka para pedagang diminta untuk tak menjual tiga merek ikan kaleng tersebut. Tujuannya, agar tak memberikan efek yang lebih fatal lagi,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan para pedagang untuk jujur dalam menjalankan usahanya. Bila barang-barang yang dipajang sudah kedaluwarsa agar dipisahkan dari produk lainnya dan jangan dijual lagi.

Kemudian, harus dibuat tanda-tanda imbauan bagi pembeli agar memeriksa barang yang hendak dibeli apakah sudah kedaluwarsa atau tidak. Ini perlu kerja sama dan peran semua pihak.

Baca Juga :  Festival Penyengat Dimulai

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dalam memilih makanan yang dikonsumsi dan selalu perhatikan masa pakai makanan yang dibeli. Jangan sampai membeli produk yang sudah kedaluwarsa.

”Agar lebih berhati-hati, dicek tanggal kedaluwarsanya. Jangan mudah tergiur dengan kemasan maupun harga yang murah, karena belum tentu bagus dan belanjalah di tempat yang memang bisa dipercaya,” ucapnya.

Dari hasil komunikasi bersama Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam sejak beberapa hari terakhir dan beberapa tim sudah turun ke lapangan.

”Jadi ada tim yang dibentuk Dinkes turun ke toko-toko. Harapannya ini jadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi makanan maupun menggunakan barang-barang lainnya,” tuturnya lagi.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Ikut Launching CFD

Dewan meminta agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap semua jenis produk impor, terutama yang bersifat makanan olahan.

Bila semua pihak ini saling bersinergi tentu barang tersebut tidak beredar. Perlu peran dari petugas Bea Cukai, kemudian barang beredar wajib diawasi oleh Disperindag dan mengetahui barang itu layak dikonsumsi atau tidak. Itu bisa dicek lagi oleh Dinas Kesehatan. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here