DPRD Tunggu Kepastian Perizinan PT GRM

0
381
WAKIL Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis turut hadir memandu rapat dengar pendapat antara Kelompok masyarakat dan PT GRM, Senin pekan lalu. F-ALRION/tanjungpinang pos

Komisi III DPRD Karimun menunggu kepatuhan pihak manajemen PT Grace Rich Marine (GRM) Karimun, pada rapat dengar pendapat lanjutan ke-III yang digelar kembali hari ini, Senin (21/5).

KARIMUN – Pada hearing sebelumnya, manajemen PT GRM melalui Edy berjanji akan melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dimintakan oleh Komisi III DPRD Karimun. Seharusnya, dokumen perizinan itu diserahkan pada Senin (14/5) lalu

Karena faktor kesehatan, Edy selaku manajemen PT GRM yang akan menunjukkan dokumen perizinan mengalami kendala. Sebelumnya, Kelompok masyarakat yang berkirim surat meminta dilaksanakan rapat dengar pendapat oleh Komisi III DPRD Karimun dengan menghadirkan PT GRM untuk di dengar terkait kelengkapan dokumen perizinan perusahaan.

Selain itu, kelompok masyarakat juga meminta Komisi III untuk menyurati Pimpinan DPRD Karimun selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun agar menghentikan sementara kegiatan operasional PT GRM.

Saat ini, PT GRM sedang melakukan reklamasi lahan perusahaan dengan mengeruk alur untuk kepentingan perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan itu. Karena menurut kelompok masyarakat, ada kegitan yang menyalahi aturan pada reklamasi lahan tersebut.

Saat hendak mengambil keputusan, Ketua Komisi III Rasno, Edy berjanji akan membawa kelengkapan perusahaan pada RDP yang bakal digelar hari ini. Karena mereka telah memiliki semua izin, yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan.

Pekan lalu, terkait izin Amdal yang dimiliki PT GRM, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karimun telah berkirim surat kepada Distamben Provinsi Kepri untuk meninjau kembali izin Amdal PT GRM.

”Karena kewenangan pemberian izin Amdal saat ini ada di Distamben Kepri kami telah berkirim surat. Terkait Amdal perusahaan ini,” kata Eriyadi, Kepala BLH Karimun, saat RDP kedua pekan lalu di DPRD Karimun.

Sebelumnya, Amri masyarakat Kelurahan Sungai Raya, Meral, mengeluhkan bahwa pihak perusahaan belum pernah melakukan sosialisasi kegiatan operasional perusahaan kepada masyarakat sekitar. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here