DPT = Dapat Permasalahan Terus

0
260
Robby Patria

Persoalan pemilu yang tak pernah berakhir itu data pemilih. Maka ada istilah DPT sebagai akronim Dapat Permasalahan Terus. Apalagi 2019 wajib dengan KTP elektronik. Bayangkan di daerah pulau berapa banyak yang belum rekam?

Di Tanjungpinang saja masih ribuan orang yang belum rekam, padahal wilayah kota. Dan belum memiliki e-KTP. Bagaimana dengan ratusan pulau di Kepri yang tak mungkin warga itu dibawa ke kota untuk sekedar merekam.

Kasus ini merupakan bagian kebijakan pemerintah dan DPR menjadikan KTP elektronik sebagai wajib untuk pemilu. Sehingga tanpa KTP elektronik, maka negara menghilangkan hak konstitusional warga negara. DPR sebagai pembuat undang-undang lupa bahwa tak mudah menyuruh warga kita merekamkan dirinya secara sukarela. Pemerintah juga lupa, alat untuk merekam itu tak bisa menjangkau dalam waktu singkat dengan banyak persoalan seperti ketersedian sumber daya manusia. Tanjungpinang saja yang katanya sedikit maju hanya punya tiga alat perekam.

Maka, jika tanpa Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) untuk menghilangkan kewajiban e-KTP, maka akan banyak warga yang tidak bisa memilih. Dan kita seperti menghilangkan dengan sengaja hak hak dasar sebagai warga negara yang dikalahkan dengan aturan administratif. Dan penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu juga harus bertanggung jawab menyediakan data yang bersih demi terciptanya pemilu yang berintegritas. Kalau kita bandingkan dengan data pemilih di pilkada tentu ada yang berbeda. Data pemilih pilkada agak terbantu karena bisa dengan surat keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan setempat, maka warga yang tak memiliki e-KTP bisa memilih dengan menunjukkan suket.

Artinya penyelenggara pemilu akan diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) jika mereka tak mampu menyajikan produk DPT yang berkualitas. Banyak caleg yang kampanye mendatangai warga, namun ternyata mereka tak dapat memilih karena alasan tak memegang KTP elektronik. Walaupun mereka sudah lama tinggal dan lahir di sana.

Sebaiknya caleg yang kampanye bertanya dulu kepada warga yang didatangi, apakah sudah punya KTP elektronik? Kalau tidak, maka anda seperti menabur garam di lautan. Atau kata pepatah “Menggantang Asap Mengukir Langit atau pekerjaan yang sia-sia. Karena yang didatangi seharusnya dapat memberikan suara, tidak dapat memilih karena belum memiliki KTP atau belum merekam.

Gerakan secara nasional yang diprakarsai KPU untuk mendata pemilih yang belum memiliki e-KTP akan sia-sia saja jika waktu merekam data terbatas dan pencetakan KTP tersebut masih memerlukan waktu yang lama. Bahkan warga yang sudah merekam kan diri selama setahun terkadang, KTP elektroniknya sampai saat ini belum jadi.

Ya, langkah yang agak mudah untuk menyelamatkan hak hak suara rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo harus menerbitkan Perppu. Hanya itu jalan singkat agar hak pemilih tidak hilang. Cukup dengan suket, maka warga bisa memilih. Karena jika sudah mendapatkan suket, yang bersangkutan sudah merekamkan diri. Secara nasional saat ini masih ada 31 juta lebih data kependudukan yang sudah merekam tapi belum masih dalam daftar pemilih. Sehingga KPU RI masih menunggu dari laporan pelbagai daerah untuk menyelesaikan permasalahan data kependudukan tersebut. Angka 31 juta bukan angka yang sedikit. Di Kepri saat ini ada sekitar 56 ribu data pemilih yang masih bermasalah kegandaan pemilih dan belum lagi soal masih ada penduduk Kepri yang belum masuk ke dalam DPT.

Di dalam perubahan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 2 ayat(1) menyatakan bahwa, ”Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.” Dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, menunjukkan adanya bentuk pelanggaran hukum terhadap jaminan hak memilih yang melekat pada warga negara Indonesia. Lebih lanjut menurut ketentuan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, dinyatakan bahwa : ”Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara.” (Patria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here