DPT Pilwako 141.777

0
734
Penjab Wali Kota Tanjungpinang, Sekda, Kapolres, Ketua KPU, Ketua Panwaslu, komisioner KPU, komisioner Panwaslu, utusan partai koalisi foto bersama usai rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan Wali Kota Tanjunginang di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (19/4).f-istimewa

Pemilih Berkurang 2.464

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, sebanyak 141.777 pemilih.

TANJUNGPINANG – Penetapan DPT ini berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (19/4) malam. Jumlah DPT berkurang 2.464 orang pemilih dibandingkan dengan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 144.241 pemilih. DPT pemilihan Wali Kota Tanjungpinang juga turun dibangdingkan DPT Pemilihan Gubernur Kepri tahun 2015, lalu. DPT pemilihan Gubernur 2015 146.207 pemilih atau berkurang 4.430 pemilih.

Usai rapat pleno penetapan DPT Pilkada Tanjungpinang, Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria mengatakan penetapan DPT merupakan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang telah dilakukan bersama dengan pihak kelurahan.

Berkurangnya DPT, sambung dia ada beberapa penyebab. Diantaranya adanya data pemilih ganda. Pemilih ganda yang ditemukan saat DPS langsung dicoret. Kemudian, masih ada beberapa masyarakat yang terdata secara fisik tinggal di kawasan itu, namun dinyatakan tak memenuhi syarat karena tak memiliki KTP eletronik maupun Surat Keterangan (Suket). Kemudian, adanya warga yang sudah meninggal namun masih terdaftar di DPS. ”Yang belum terdaftar di DPT masih bisa mencoblos pada tanggal 27 Juni, dengan menunjukkan KTP Elektronik atau Suket kepada petugas,” kata Robby, kemarin.

Baca Juga :  KPU Kepri Rancang Sistem IT

Sambung Robby, usai pleno KPU juga langsung akan mengcetak kertas suara dengan jumlah sesuai DPT yakni 141.777 ditambah 2 persen untuk setiap TPS. Robby juga optimis target partisipasi masyarakat di Pilkada Tanjungpinang bisa tercapai 77,5 persen. Sementara itu, Lurah Pinang Kencana, Syamsul mengatakan bahwa sesuai data yang dimiliki ada sekitar 400 lebih warganya tidak masuk DPT. Serta 276 diantaranya karena tak memiliki KTP eletronik. Ada juga warganya baru pindah datang.

”Sekitar 95 persen yang belum punya KTP mereka pemilih pemula. Jadi baru di Pilkada 2018 ini ikut memilih. Kami berharap nantinya bisa melakukan perekaman di Disdukcapil sebelum Pilkada 27 Juni mendatang,” ungkapnya di sela-sela menghadiri rapat Pleno penetapan DPT.

Sambung Syamsul, bagi masyarakat yang tak memiliki KTP atau Suket, terancam tak bisa menggunakan hak suaranya di pilkada nanti. Berbeda dengan masyarakat yang memiliki KTP Eletronik Tanjungpinang, meski tak masuk DPT namun tetap bisa memilih. Nantinya bisa datang ke TPS di kawasan rumah pada pukul 12-13.00 WIB, pada saat pemilihan 27 Juni mendatang. ”Asalkan dia warga Tanjungpinang, memiliki KTP-el atau suket di hari pencoblosan bisa menggunakan hak suaranya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Abdul Rahman Pimpin Partai Gelora di Kepri, Banyak Tokoh Gabung

Ditempat terpisah, Kadisdukcapil Tanjungpinang, Irianto menuturkan bagi warga untuk mendapatkan Suket harus melakukan perekaman data terlebih dahulu. Sambung dia, kini alat perekaman data yang dimiliki hanya ada dua. Satu diantaranya berada di Kantor Disdukcapil sendiri dan berada di Kecamatan Tanjungpinang Barat. Kemampuan alat untuk merekam setiap harinya hanya untuk 70 orang. Sedangkan kapasitas cetak KTP-el lebih besar, yaitu 210 karena kini mengoperasionalkan 3 alat mesin cetak.

Meskipun demikain, satu diantaranya distanbykan untuk memperbaiki data KTP-el yang salah saat di cetak. ”Jadi terkadang ada saja KTP yang saat di cetak tak keluar tandatangan, sidik jari atau lainnya. Padahal di komputer ada. Jadi kita stanbykan satu mesin cetak untuk memperbaiki ini,” ungkapnya.

Meskipun diakuinya, data konsolidasi dengan Kemendagri, masyarakat Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman sekitar 10 ribu. ”Tapi ini data Kemendagri yah, tapi data dari kelurahan untuk Pilkada ini hanya sekutar seribuan. Mudahan bisa selesai dalam sebulan ini,” ungkapnya.

Hitungannya, kata dia yaitu 22 hari kerja di kalikan kemampuan mesin merekan data 140 orang. Maka hasilnya sekitar 3.080 jiwa. Tentunya data DPT Pilkada ini menjadi basis awal bagi KPU Tanjungpinang untuk menjadikan DPS Pemilu 2019.

Baca Juga :  Ansar Ajak Kada Sering Komunikasi

Sementara itu, Divisi Logistik KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf Mahidin mengatakan, hanya pemilik surat keterangan (suket) dan KTP-el yang bisa menyalurkan hak pilihnya di bilik suara saat pencoblosan pada 27 Juni 2018. Karena semua ini sudah berdasarkan ketentuan yang berlaku pada Pemilu serentak di tahun 2018 ini. ”Bagi yang masih memiliki KTP Siak tidak bisa coblos calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nanti,” kata Yusuf.

Kalau ingin coblos, Yusuf berpesan, terlebih dahulu masyarakat melakukan perekaman KTP-el di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang atau kantor camat. Sehingga masyarakat bisa memiliki suket yang dikeluarkan oleh Disdukcapil. ”Kalau mau dapat KTP-el, butuh proses. Yang penting suket dulu. Ya, biar bisa coblos nanti,” sebut dia.

Hadir dalam rapat pleno, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, Sekda Tanjungpinang, Kadisdukcapil Tanjungpinang, Robby Patria, penghubung masing-masing Paslon serta perwkilan dari kecamatan, lurah serta PPS.(DESI-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here