Drainase dan Jalan Harus Diperlebar

0
530
PADAT: Warga tinggal di pelantar mulai padat. Foto diambil dari pesawat belum lama ini. f-adly bara/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Ibu Kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang semakin sempit. Penduduknya makin banyak, tetapi tidak diimbangi dengan infrastruktur kota.
Memang Kota Tanjungpinang sudah mulai maju karena mulai banyak bangunan dan gedung gedung perbankan dan perkantoran, termasuk mall. Tetapi, masih banyak yang harus dibenahi di kota yang bersejarah ini.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah, Ibu Kota Provinsi Kepri ini harus didesain ulang. ”Pak gubernur dan pak wali kota, mesti duduk bersama membahas ini,” kata Iskandarsyah, kemarin.
Menurutnya, ada dua hal yang mesti dibenahi. Menambah ruas jalan dan memperlebar jalan yang sudah ada dan memperbaiki sistem drainase yang belum berfungsi hingga terjadi banjir.
”Jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota harus dilebarkan. Kalau untuk daerah kota lama Tanjungpinang, sulit untuk pelebaran jalanya. Tapi, jalan-jalan lainnya harus dibenahi,” tegasnya.

Bila tidak ada pelabaran jalan dilakukan, bakal terjadi penumpukan kendaraan. Jumlah kedaraan nanti lebih banyak dibandingkan panjang jalan yang dibangun.

”Kawasan kota baru seperti Batua 8 Atas, Senggarang, Bintan Centre, Dompak dan sekitarya, jalanya harus diperlebar,” tegasnya.

Kata dia, manfaat pelebaran jalan memang tidak dirasakan untuk satu atau dua tahun, tapi akan dirasakan empat tahun ke depanya.

”Begitu juga dengan drainasenya, harus dibuat plan drainase yang baik,” tegasnya.

Ia melihat, drainase yang ada di Ibu Kota Tanjungpinang, tidak terhubung satu sama lainnya. Para developer, bangun drainase, hanya sampai dibatas ia bangun perumahan.

”Drainase harus ada dibuat jalur pembuangya airnya yang besar. Sekarang drainase terputus-putus. Ini tugas Pak Gubernur dan Pak Wali Kota untuk memikirkan kemajuan Ibu Kota Privinsi Kepri ke depanya,” tegasnya.

Ia juga minta, agar pemerintah daerah, tidak segambang mengeluarkan izin untuk mendirikan bangunan (IMB). Bila surat-surat sudah lengkap, boleh mengeluarkan IMB, tapi kalau tak lengkap, jangan dikeluargan.

”IMB yang sudah dikeluarkan harus di awasi. Saya lihat, banyak IMB tidak sesuai fakta di lapangan, termasuk drainase bagian dari IMB,” bebernya.

Sebelumnya, Satuan kerja (Satker) di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), mulai tahun akan memperlebar drainase di kawasan Jalan Pemuda Tanjungpinang. Agar tidak terjadi banjir lagi.

Menurut Kepala satuan kerja (Satker) di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) untuk Kepri, Bakti menjelaskan, pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp 25 miliar, untuk membangunan drainase di Jalan Pemuda dan Kampung Kolam.

”Kita lihat perkembangan di lapangan, tapi tahun ini sudah diatasi banjirnya khusus di Jalan Pemuda,” tegas Bakti, belum lama ini.

Kata dia, pelebaran drainase di kawasan Jalan Pemuda, tak lepas dari kerjakeras dan lobi-lobi yang dilakukan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Pak Lis Darmansyah.

”Kendala kita nanti di lapangan, lahan yang untuk memperlebar drainase sempit,” tegasnya.

Ia yakin, setelah drainasenya di perlebar, dan interkoneksi antar drainase satu dengan drainase kedua dan seterusnya, titik genangan air di Jalan Pemuda akan hilang.

”BWSS akan kembali mengajukan tambahan dana untuk penangganan titik banjir di Tanjungpinang,” tegasnya.

Ia berharap, kontraktor yang memenangkan tender nanti, benar-benar bekerja maksimal dan hasilnya baik.

”Lokasi yang akan dilebarkan drainasenya, lahanya sangat sempit,” tegasnya (Abas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here