Drainase Dibesarkan, Warga Terancam Digusur

0
754
Tinjau drainase: Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau drainase, Tanjungpiayu Kamis (7/9). f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Penanganan banjir di Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjungpiayu akan dilakukan dengan cara membangun drainase yang besar. Namun warga meminta agar lokasi drainase tidak di wilayah tempat tinggal penduduk. Alasannya, jika itu dilakukan, akan ada warga yang akan tergusur.

Amsakar Achmad, yang meninjau drainase dengan didampingi pejabat Dinas Bina Marga, meminta dilakukan foto udara di wilayah dekat Masjid Al Hidayah. ”Foto udara dulu, untuk mempercepat prosesnya. Sehingga diketahui titiknya,” kata Amsakar.

Warga sendiri mengaku mendukung pembangunan drainase tersebut. Hanya mereka mengusulkan opsi agar drainase tidak dibangun di sekitar pemukiman warga. ”Tapi minta dilakukan di titik lain yang jaraknya lebih dekat ke laut,” harap Ketua RW 006 Kelurahan Tanjungpiayu, Malik Siswanto.

Baca Juga :  Kelahiran Telkomsel Tidak Lepas dari Habibie

Untuk lokasi yang diusulkan warga dijadikan lokasi pembangunan drainase dan kemudian ditinjau Amsakar, diakui Malik, tepat. Alasannya, tidak berbatasan dengan pemukiman warga. ”Harapan kami Wawako bisa menerima opsi yang diusulkan oleh warga, sehingga kampung kami tidak terpecah,” katanya penuh harap.

Amsakar sendiri sepakat jika lokasi yang ditawarkan warga itu sebagai salah satu opsi. Pembangunan drainase dinilai sangat penting, karena jika terjadi banjir di Kecamatan Sei Beduk, maka debit air akan berakhir di Kampung Sukadamai.

”Kalau dari lokasi yang ditawarkan oleh warga, jarak antara titik drainase yang akan dibangun sekitar 9 meter ke laut. Tidak terdapat pemukiman warga. Tapi ada tanah kosong, kebun dan kolam,” kata Amsakar. Untuk mempercepat proses pembangunan drainase, Amsakar minta Dinas Bina Warga melakukan foto udara.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here