Drainase Penuh Lumpur & Sampah dan Lumpur

0
89
Salah satu alat berat diturunkan untuk menggali lumpur dan sampah berada di dalam drainase Jalan DI Panjaitan Km IX, kemarin. f-andri/tanjungpinang pos

Drainase atau saluran air di Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang mulai dikeruk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Provinsi Kepri.

TANJUNGPINANG – Saat dikeruk, isinya sampah dan lumpur. Kawasan ini langganan banjir saat turun hujan. Penyebabnya, drainasenya dangkal karena lumpur dan sampah. Lumpur yang sudah dikeruk, langsung dimasukan ke dalam truk, untuk di buang. Meskipun ada pekerjaan pengerukan drainase, arus lalu lintas tetap lancar.

”Sudah seminggu kita lakukan perawatan drainase di Jalan DI Panjaitan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Jalan dan Pemeliharaan Jembatan Dinas PU Provinsi Kepri, Andoko kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (12/9).

Menurutnya, selama dalam perawatan drainase, pekerja mengalami hambatan. Hambatan yang dialami, drainase berada ditepi jalan protokol telah ditutup menggunakan semen beton.

Yang menutupi drainase tersebut, pemilik rumah toko sering disebut ruko. Pemilik ruko menutupi drainase, dikarenakan membuat akses masuk dari jalan protokol menuju ruko.

Sebelum menggali tanah serta sampah di dalam drainase, pekerja terlebih dahulu membongkar atau menghancurkan jalan semen beton tersebut. Sehingga kobe bisa mengeruk tanah serta sampah di dalam drainase tersebut.

”Kalau tidak seperti itu, pekerja kita tidak bisa bekerja,” terang dia.

Setelah itu, pekerja kembali membuat akses jalan semen beton tersebut. Agar pemilik ruko maupun masyarakat bisa melintasi jalan tersebut.

”Ini anggaran dari APBN. Saya tidak ingat berapa,” ucap dia.

Kalau tidak dikeruk, kata dia, drainase bakal tetap sumbat. Sehingga air tidak bisa mengalir di drainase. Malah air meluap dari drainase hingga menutupi jalan nasional berada di Jalan DI Panjaitan Km IX Tanjungpinang.

”Selama ini terjadi banjir di Jalan DI Panjaitan, seperti itu,” tegas dia.

Ia berharap, pemilik ruko serta perangkat RT/ RW untuk tidak hanya menghandalkan perawatan drainase dari pemerintah. Kalau terlihat bakal tersumbat, setidaknya pemilik ruko langsung mengatasi drainase tersebut. ”Jangan dibiarkan sampai tersumbat seperti sebelumnya,” ucapnya.

Dia juga menyarankan perangkat RT/ RW bekerjasama dengan pemilik ruko untuk sesering mungkin membuat kegiatan gotong royong. Drainase salah satu perhatian besar disaat gotoyng royong nanti.

”RT/ RW harus ambil andil. Jangan dibiarkan begitu. Ini tanggungjawab kita semua,” sebut dia. (ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here