DTS Belum Jelas, Terpaksa Ngutang

0
105
BUPATI Hamid Rizal bersama OPD ketika menghadiri Deklarasi Pemilu Damai, Rabu (19/9). f-istimewa

Dana Tunda Salur (DTS) dari Pemerintah Pusat maupun provinsi hingga saat ini belum juga terkucurkan ke daerah. Hal ini jelas membuat Pemerintah Kabupaten Natuna, harus menanggung hutang kepada pihak rekanan kontraktor pelaksana seperti kejadian di tahun 2015 lalu.

NATUNA – Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, pihaknya merasa pasrah dan tidak bisa berbuat banyak sesuai dengan keinginan.

Sebab pihak ketiga ingin segera menerima dana hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai progres pekerjaan termasuk Dana Desa (DD).

”Permasalahan paling utama adalah dana tunda salur tahun 2017 dan 2018 belum juga dikucurkan pemerintah pusat maupun provinsi. Hal ini lah yang membuat kita jadi menunggak kepada pihak rekanan,” ujar Hamid, usai menghadiri kegiatan Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Lapangan Kantor Polres Natuna, Rabu (19/9) pagi.

Ia merincikan, Dana Tunda Salur yang belum dikucurkan mulai dari tahun 2017 sekitar 197 miliar dan belum ditambah lagi pada tahun 2018 yang belum di hitung jumlahnya.

”Dari tahun 2017 saja, belum terealisasi sebesar 197 miliar. Belum lagi ditambah pada tahun 2018 ini. Jika dirincikan dana tunda salur sebesar kurang lebih 200 miliar,” ungkap Hamid.

Selain itu, Bupati Hamid menjelaskan anggaran DD yang pernah ditetapkan terbaik dalam penyaluran DD malah sekarang ikut mengalami penundaan penyaluran.

Hal ini jelas cukup berdampak buruk bagi desa, yang s aat ini sedang mulai membangun.
Dengan adanya penundaan Dana Tunda Salur, dikhawatirkan bisa bergejolak.

”Selain dana Pemkab mengalami tunda salur, DD pun ikut tertunda penyalurannya. Mudah-mudahan tidak sampai berdampak buruk bagi pembangunan desa,” ungkapnya.

Ia berharap, di penghujung tahun yang tinggal beberapa bulan ini Dana Tunda Salur tersebut bisa segera terealisasikan dan proses pembangunan daerah maupun desa bisa berjalan lancar.

”Ya kita cuma bisa menunggu, realisasi pencairan dana tunda salur ini di APBDP. Sehingga segala kegiatan bisa berjalan seperti sedia kala,” harapnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here