Dua ASN Kembalikan Rp780 Juta

0
2195
Benny Siswanto

Diduga Hasil Korupsi di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri

TANJUNGPINANG – Meskipun oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Dompak, telah mengembalikan dana Rp780 juta, dugaan hasil dari korupsi, namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, tetap akan mengusut tuntas dugaan korupsi di dinas tersebut. Sumber dana yang diduga korupsi dari APBD 2017 adalah merupakan kegiatan proyek tahun lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang Benny Siswanto, kemarin. Ia mengatakan, Kejari belum menghentikan kasus dugaan korupsi tersebut, dan Kejari masih tetap melanjut dalam penyelidikan.

Baca Juga :  Syahrul Jemput ke Bandara, Lis Nunggu di Pelabuhan

Ia juga membeberkan telah memanggil dua oknum pejabat Disdik Kepri dan telah periksa beberapa hari lalu. ”Uang dugaan korupsi dikembalikan ke negara tidak ada masalah. Kita tetap lanjut dalam dugaan kasus ini. Kita sudah memeriksa dua pejabat diminta keterangan, sebenarnya kita memanggil lima ASN tapi hanya dua ASN yang datang,” bebernya.

Kasus ini bermula pada pertemuan Inspektorat Provinsi Kepri tentang dugaan dana yang tidak jelas digunakan dari pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Nilainya cukup besar mencapai Rp 780 juta.

Baca Juga :  5.567 KPM Terima Dana Program KKS PKH

Informasi yang diperoleh Tanjungpinang Pos, uang dugaan korupsi sudah dikembalikan ke kas negara melalui salah satu bank daerah. Mereka tidak membayar sekaligus, namun dengan cara dicicil sebanyak empat kali penyetoran. Benny menuturkan, dengan adanya pengembalian uang pihaknya, ia akan berkoordinasi dengan Inspektorat Kepri.

”Harus koordinasi lagi soal pengembalian itu, tidak bisa langsung kembalian kasus ini selesai, ada prosesnya. Selain itu mempertanyakan dengan Inspekotrat tentang saksi administrasi,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here