Dua Bulan, 145 TKI Ilegal Dipulangkan

0
558
Ahmad Ramadhan

TANJUNGPINANG – Masyarakat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura ilegal masih tinggi. Catatan dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indoensia (BP3TKI) Tanjungpinang, mencatat selama dua bulan, Januari-Februari ada 145 TKI Ilegal yang dipulangkan ke daerahnya masing-masing. TKI tersebut masuk ke Tanjungpinang kemudian akan diberangkatkan ke beberapa daerah secara ilegal melalui pelabuhan tidak resmi.

Kepala BP3TKI Tanjungpinang Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, jumlah tersebut sudah termasuk dengan 27 TKI tangkapan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315 Bintan pekan lalu. Mereka yang ditangkap Kodim 0315 Bintan sudah dipulangkan lewat Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Ahmad menyampaikan, untuk anggaran penanganan TKI telah disiapkan sebanyak Rp 500 juta untuk tahun ini. Ditambah biaya operasional penanganan para TKI yang bermasalah di Kepri.

Baca Juga :  27 Sarjana Lulus dengan IPK Cumlaude dari STIE

”Kita punya dana untuk pengurusan TKI sebanyak Rp500 juta per tahun,” sebutnya.

Menurutnya, kalau diperhatikan selama ini rata-rata TKI ilegal yang bermasalah dari lima provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sambung dia, setiap hari kalau diperhatikan di bandara dan pelabuhan ada seratusan TKI ilegal yang berusaha masuk ke Malaysia dengan cara ilegal.

”Data yang kita peroleh lima provinsi ini paling tinggi banyak TKI, rata-rata kebanyakan resmi, tapi ada juga yang mencoba masuk secara ilegal ke luar negeri,” jelasnya.

Sebelumnya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0315 Bintan, pada Selasa (6/3). Para TKI itu dipulangkan ke daerah asal masing-masing agar bisa berkumpul lagi bersama keluarganya.

Baca Juga :  Gandeng Jantungmelayu.com, Sriwijaya Inginkan Rekor MURI

”Yang kita terima 27 TKI dari pihak Kodim dan sudah dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Sebagian lagi secara bertahap,” tuturnya.

Dia menyampaikan, asal daerah 27 TKI tersebut terdiri dari 21 orang dari Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat), satu orang dari Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, dua orang daeri Provinsi Aceh, dua orang dari Provinsi Jawa Barat, dan satu orang warga Tanjungpinang Provinsi Kepri. Sebelum dipulangkan, para TKI sementara harus menginap dulu di kantor BP3TKI Tanjungpinang. ”Paling banyak daerah asal dari Lombok,” ucapnya.

Dia menuturkan, dari pengakuan para TKI tersebut biaya yang dibayar ke penyalur untuk menyeberang ke Malaysia rata-rata di atas Rp 2 juta.

Baca Juga :  Anggaran Syarat Diberikan Kuota CPNS

”Kita kasihan juga melihatnya, mereka sudah habis uang. Tapi, cara mereka berangkat kerja dengan ilegal tidak baik,” jelasnya.

Lanjutnya, selain para TKI yang diterima oleh pihaknya, mereka juga menerima satu unit mobil Toyota Rush bernopol BP 1962 QT sebagai transportasi yang digunakan penyalurnya mengangkut ke pelabuhan tikus bekas tambang di Jalan Trikora, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Binta. Sementara untuk pelakunya sendiri tidak diterima oleh pihak BP3TKI.

”Pelakunya tidak ada, kita tangani yang TKI nya aja dulu,” pungkasnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here