Dua Eskavator Tangani Banjir Seraya I

0
143
Genangan air di kawasan Perumahan Seraya I sudah surut. Air sudah bisa mengalir setelah normalisasi, Kamis (6/12) siang sampai sore ini. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Pekerjaan penanganan banjir di kawasan Perumahan Seraya I, Kecamatan Tanjungpinang Timur masih berlanjut, Kamis (6/12) sore.

Seperti berita sebelumnya, belasan rumah warga dan surau tergenang air akibat hujan yang mengguyur Tanjungpinang sekitar satu jam lebih, kemarin ini.

Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Kini air sudah mulai mengalir dan mengering di kawasan Perumahan Seraya I. Meski terbilang lambat tapi warga sudah sedikit lega.

Kepala Dinas PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri beserta Lurah Pinang Kencana, Syamsul memantau pekerjaan normalisasi di kawasan itu.

Diduga banjir di kawasan itu akibat tersumbatnya aliran air ke arah laut Sei Carang, Senggarang.

Hendri menuturkan, dua eskavator dari pengembang yaitu PT Sinar Bahagia Group telah diturunkan menormalisasi drainase di kawasan itu.

Satu eskavator panjang dan yang pendek untuk mengeruk sampah, lumpur dan tanaman yang tumbuh di drainase tersebut.

Hanya saja tidak semua drainase bisa dibersihkan. Ada beberapa lokasi yang membutuhkan ampibi.

Hendri menuturkan, ampibi Pemko masih proses perbaikan. Pekerjaan sementara masih sebatas membersihkan beberapa drainase saja.

”Pekerjaan membersihkan drainase di sudah selesai. Air yang tersumbat di pemukiman perumahan itu bisa mengalir,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di sela-sela melihat pekerjaan sore itu.

Ia menuturkan, ini hanya penanganan sementara namun diyakini sudah lebih baik. Saat hujan turun air akan lebih cepat mengalir ke kawasan pembuangan.

Hendri pun sudah meminta pekerja pembangunan di kawasan itu membobol gorong-gorong yang kecil yang diduga penghambat pembuangan air.

”Gorong-gorongnya harus dibobol dulu, jadi airnya bisa lebih cepat mengalir,” tutur Hendri meminta kepada pekerja di lokasi itu.

Warga Perumahan Selayar I, Okri mengapresiasi sikap Kadis PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri yang turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pengembang pembangunan.

Ia menuturkan banjir di kawasan ini baru terjadi sebulan terakhir. Padahal 10 tahun lalu kawasan itu tidak pernah tergenang meski hujan lebat dengan durasi yang lama.

”Kami jadi bimbang saat hujan turun karena takut air masuk ke dalam rumah seperti hari ini,” ucapnya.

Dituturkannya, bila tidak ada normalisasi ketinggian air bisa lebih dari sekarang bila hujan turun malam ini.

”Air sudah mulai mengalir mudah-mudahan ada penyelesaian jangan panjang biar warga merasa aman,” ungkapnya.

Dampak dari banjir hari ini menurutnya sangat merugikan warga, berbagai elektronik dan peralatan rumah tangga harus dibersihkan kembali. Begitu juga dengan rumah yang perlu ekstra diberitahukan karena banyak sampah yang masuk. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here