Dua Kapal Tol Laut Rampung

0
1091
Sabuk Nusantara: Kapal Sabuk Nusantara 112 dan Sabuk Nusantara 115 yang merupakan proyek pesanan pemerintah pusat sudah selesai dikerjakan di Batam dan siap untuk di-launching. f-abas/tanjungpinang pos

BATAM – Dua kapal Sabuk Nusantara yakni Sabuk Nusantara 112 dan Sabuk Nusantara 115 siap untuk diopeerasikan. Dua kapal ini dibuat anak Kepri di PT Bahtera Bahari Shipyard Batam.

Jenis kapal penumpang ini, panjangnya 58.50 meter, lebar 4.5 meter, jenisnya 750 DWT. Kapal ini dibuat atas pesanan Kementerian Perhubungan Direktoral Jenderal Perhubungan Laut. Pada, Minggu (28/5) dua kapal ini sudah diturunkan dari tempat pembuatannya dan siap untuk di-launching.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Bay Mokhamad Hasani, mengatakan, pembuatan dua kapal Sabuk Nusantara oleh PT Bahtera Bahari Shipyard Batam dimulai pada November 2015 lalu.

”Dananya mengunakan dana APBN, anggarannya multiyears. Pagunya Rp 32 milir untuk satu kapal penumpang,” kata Bay Mokhamad Hasani.

Pejabat yang pernah menjadi kepala Syahbandara (KSOP,sekarang), Tanjungpinang dan Kijang serta Karimun ini mengatakan, sejak tahun 2015-2017 ini, Direktoral Jenderal Perhubungan Laut telah membuat 100 kapal perintis, termasuk ada lima yang dibuat di Kepri. Di antaranya di Batam dan Karimun. Dua kapal Sabuk Nusantara ini, belum tahu apakah dioperasikan di laut Kepri atau di luar Kepri.

Karena, paling banyak yang meminta kapal laut yakni daerah Papua, Maluku dan Malaku Utara.

”Kepri juga meminta satu lagi kapal Sabuk Nusantara dioperasikan di Kepri. Keputusan nanti Juni setelah kami rapat dengan Menteri Perhubungan,” kata Bay.

Menurut dia, saat ini Kepri membutuhkan satu kapal lagi, tapi apakah dikasih atau tidak, tergantung hasil rapat di kementeriani. Menurutnya, waktu tempuh kapal Sabuk Nusantara yang beroperasi di laut Kepri, misalnya ke Anambas, Lentung, dan sekitarnya, sampai ke Tanjungpinang dan Bintan membutuhkan waktu 17 hari hingga perlu penambahan armada.

Ke depannya, dengan adanya penambahkan satu kapal perintis lagi, jadi jarak tempuh untuk melayarai daerah terluar di Kepri, cukup tujuh hari saja sudah kembali ke Tanjungpinang. Direktoral Jenderal Perhubungan Laut juga telah memesan kapal navigasi, yang dibuat di Batam dan Karimun.

”Kapal ini adalah tol laut untuk mempercepat perekonomian di daerah kepulauan,” tegasnya.

Direktur Utama PT Bahtera Bahari Shipyard Batam Selamat Budiman mengatakan, dua kapal yang dibuat sejak November 2015 sudah diturunkan karena pengerjaannya sudah rampung..

Kata dia, PT Bahtera Bahari Shipyard Batam saat ini juga sedang membuat tiga kapal ternak yang dipesan pemerintah pusat. Tahun ini juga, tiga kapal ternak akan selesai dikerjakan.

“Kita masih diberikan kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk membuat kapal perintis dan kapal ternak,” tegasnya.

Kata dia, harga kapal perintis Sabuk Nusantara 112 dan Sabuk Nusantara 115, untuk satu unik kapal Rp 32 miliar. Jadi, dua kapal PT Bahtera Bahari Shipyard Batam menerima Rp 64 miliar.

”Sekarang ini kita juga sedang melihat lihat, apakah ada tender kapal yang dibuat oleh kementerian tahun ini. Saya lihat belum ada dibuka tender atau lelang,” tegasnya.

Kata Selamat Budiman, juga sebagai Ketua INSA Kota Tanjungpinang, pertumbuhan ekonomi di sektor perkapalan mulai baik. Artinya, sudah ada pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia akui banyak subkon yang membuat kapal tutut.
”Tapi sekarang pelan-pelan mulai bangkit,” tegasnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here