Dua Kepala Dinas Jadi Saksi Sidang Tambang Bauksit Ilegal

0
46
Dua Kepala Dinas Pemprov Kepri saat jadi saksi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (15/5). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dua Kepala Dinas di lingkungan Pemprov Kepri, yakni Kepala Dinas Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Amjon, dan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan PTSP Kepri, Azman Taufik menjadi saksi dalam persidangan tambang bauksit ilegal di Tanjung Moco di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (15/5).

Dalam persidangan Amzon mengatakan PT Alam Indah Puranma Panjang (AIPP) yang melakukan pengangkutan stokpile baji bauksit di Tanjungmoco Dompak sudah mengurus dan memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Perusahaan itu juga sudah memiliki izin untuk pengangkutan penjualan bauksit.

”Sebelum IUPK dipegang, PT AIPP sudah melakukan aktivitas pemindahan bauksit dari lokasi stockpile ke kapal tongkang,” katanya Selasa (15/5).

Lanjutnya, permohonan IUPK pengangkutan dan penjualan stokpile tambang bauksitnya, pemohon IUPK harus melengkapai syarat pengajuaan seperti NPWP, akte pendirian perusahan, titik koordinat, besaran atau banyak jumlah tonase bauksit yang akan dipindahkan. Kemudian, dijual serta perjanjiaan kerja sama dengan perusahaan yang memilik WIUP dan IUP Operasi lainnya.

”IUPK bisa untuk lintas daerah maupun lintas provinsi. Sedangkan izin untuk penjualan lintas negara atau ekpor harus melalui izin ekspor dari kementerian,” jelasnya.

Terhadap IUPK PT AIPP, diakui Amjon dan Usman Taufiq, dikeluarkan setelah sebelumnya PT AIPP bekerja sama dengan PT Lobindo sebagai perusahaan pemilik WIUP, IUP-OP serta izin ekspor dari kementerian.

”Namun dalam perjalanannya, sebelum IUPK dipegang dan bauksit belum diangkat, aktivitas pengangkutan stokpile AIPP di Tanjungmoco digerebek Polres Tanjungpinang,” ujarnya.

Sidang yang dipimpin hakim, Iriaty Khairul Ummah, Jhonson Sirait dan Henda Karmila Dewi menunda persidangan satu minggu dengan agenda saksi. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here