Dua KIA di Tangkap KRI Lagi

0
844

ANAMBAS – Dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendara Vietnam yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia, tepatnya Natuna Utara, kembali ditangkap KRI.

Kedua Kapal KIA tersebut ditangkap, Sabtu (22/12) oleh KRI Teuku Umar-385 dan KRI Pattimura-371 yang hanya berbeda jam saja.

Tercatat, selama satu bulan terakhir KRI berhasil mengamankan tiga kapal berbendera Vietnam yang menjarah ikan di teritori Negara Republik Indonesia.

Sebelumnya KRI Teuku Umar mengamankan KIA belum lama ini,(11/12) lalu.

Komandan Pangkalan TNI AL Tarempa, Letkol Laut (P) Nur Rochmad mengatakan, KRI Teuku Umar berhasil menangkap KIA Vietnam BL 92024 TS di posisi 05° 34′ 45″ U – 105° 38′ 48″ T sekitaran pukul 7.35 WIB.
Jumlah awak kapalnya 15 orang warga Vietnam.

Setelah itu, KRI Pattimura menangkap KIA Vietnam KG 90280 TS sekitar pukul 23.30 WIB. Diposisi 04° 18′ 50 U – 105° 07′ 01″ T dengan 16 awak kapal.

Ia menuturkan, kedua KIA tersebut tertangkap tangan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan. Menggunakan alat-alat tangkap jenis Rawai untuk KIA BL 92024 sedang KIA KG 90280 TS TS menggunakan alat tangkap trawl.

“Mereka diamankan di perairan ZEEI Laut Natuna bagian Barat tepatnya Barat Laut Pulau Matak. Kapal ini juga tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari Pemerintah Republik Indonesia,” tegasnya.

Dia melanjutkan, keberhasilan penangkapan ini merupakan wujud hasil kerja sama yang baik antara stake holders masyarakat di Anambas dengan TNI AL.

“Hari ini telah kita saksikan kembali wujud nyata keseriusan unsur-unsur TNI AL dalam merespon setiap informasi masyarakat khususnya para nelayan terkait KIA. Ini juga upaya memberikan efek jera terhadap kapal-kapal asing yang berusaha memanfaatkan kekayaan alam laut Indonesia secara ilegal,” jelasnya.

Nur Rochmad menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan memberikan informasi penting tentang adanya pelanggaran tindak pidana di laut kepada unsur-unsur TNI AL. Mulai dari Lanal maupun KRI yang sedang beroperasi di laut.

“Sekecil apa pun informasi tersebut, pasti akan kami respon,” tutur dia.

Komandan KRI Pattimura-371, Letkol Mandri Kartono mengatakan, luasnya area lautan yang harus di jaga membutuhkan pola operasi yang efektif.

“Kami tidak ada kompromi terhadap segala kejahatan di laut bukan hanya ilegal fhising namun segala bentuk kejahatan lainnya,” tegas dia.

Disinggung masalah apakah terjadi perlawanan, Mandri mengungkapkan, bahwa ABK KIA selalu melakukan perlawanan. Salah satunya dengan sabotase terhadap kapalnya sendiri.

“Mereka selalu melakukan sabotase baik itu saat ditangkap oleh KRI begitu pula pada saat akan di bawa ke Lanal. Salah satunya membanjiri ruang mesin ataupun membakar, namun perlu diingat prajurit di KRI hidupnya di Kapal maka siap mengatasi hal tersebut tidak masalah,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, informasi yang akurat sangat dibutuhkan dalam setiap penindakan di laut.

“Kita sangat berterimakasih Lanal Tarempa telah memberikan informasi yang akurat tentang posisi adanya KIA di wilayah perairan Natuna,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Komandan KRI Teuku Umar-385, Letkol Abdul Rajab yang berharap sinergitas yang baik antara masyarakat dan TNI AL harus terus ditingkatkan.

“Mustahil kami yang di laut bekerja sendiri tanpa adanya sinergitas dan dukungan yang positif dari seluruh stake holders. Tujuannya yaitu terwujudnya kedaulatan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional Indonesia,” katanya. (Ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here