Dua Kurir Narkoba Tunggu Giliran Ditembak

0
1134
Terpidana: Dua kurir narkoba saat memasuki ruangan persidangan dan divonis hukuman mati. f-raymon/tanjungpinang pos

Vonis Hukuman Mati di Kepri Bertambah

Deretan nama pelaku yang akan menjalani hukuman mati alias ditembak mati dari Kepri kian panjang. Sebelumnya sudah belasan vonis mati. Kini, 2 orang sudah divonis hukuman mati yakni Idrizal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24).

TANJUNGPINANG – KEDUANYA adalah kurir narkoba. Karena itu, jika masih sayang nyawa Anda, jangan pernah coba-coba menjadi kurir narkotika. Idrizal Efendi dan Edo Renaldi merupakan kurir narkoba sebanyak 72 kilogram sabu dan pil ekstasi sebanyak 88.273 butir yang disimpan di dalam ban mobil.

Mereka dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru. Sebelumnya mereka dijatuhi hukuman seumur hidup di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Tak puas dengan putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) banding ke PT Riau. Hukuman yang dijatuhi kepada kedua pelaku makin berat yakni hukuman mati.

Pengadilan Tinggi Riau tidak sependapat dengan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada dua terdakwa. Putusan sebelumnya dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang Wahyu Prasetyo Wibowo didampingi oleh hakim anggota Santonius Tambunan dan Acep Sopian Sauri di Pengadilan Negri yang digelar, Rabu (29/3) lalu.

Baca Juga :  Tol Laut Perkuat Perikanan Natuna

Majelis Hakim membacakan hal-hal yang memberatkan untuk kedua terdakwa yaitu perbuatan kedua terdakwa sangat bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkoba. Atas perbuatan kedua terdakwa dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia dan terdakwa tidak bersikap bersalah karena telah berhasil membawa sabu dan ekstasi dengan modus di dalam ban mobil.

Wahyu menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana melanggar pasal 114 Ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

”Atas perbuatannya yang telah terbukti di persidangan, kami majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa dengan hukuman seumur hidup,” tegasnya saat itu. Selain itu, untuk barang bukti sabu-sabu dengan berat 72 Kg dan pil ekstasi 88.273 butir serta barang bukti handphone milik kedua terdakwa dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan barang bukti dua mobil merek Eskudo dan Feroza dirampas untuk negara.

Baca Juga :  Pemprov Sumbang 147 Sapi Kurban

Atas putusan itu kedua terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukum Ferdian Mahzan menyatakan pikir-pikir selama satu pekan. Berbeda dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman mati menyatakan banding terhadap putusan ini. Dari hasil banding inilah, Pengadilan Tinggi Riau menjatuhkan hukuman mati kepada Idrizal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24).

Humas Pengadilan Negri Tanjungpinang, Santonius Tambunan menyampaikan, pihaknya telah menerima salinan putusan dari PT Pekanbaru terhadap kedua sindikat narkotika internasional itu. Putusan itu, kata Santonius dibacakan Ketua Majelis Hakim H. Sardin Rizaldi, didampingi hakim anggota Santun Simamora dan Catur Irianto dalam amar putusan memperbaiki kualifikasi tindak pidana, mengubah pidana yang dijatuhkan pada kedua terdakwa.

Perbaikan menjadi pertimbangan majelis hakim PT Pekanbaru, menjadikan kedua terdakwa melakukan permufakatan jahat dalam peredaran narkotika golongan satu yang beratnya melebihi 5 gram. Menurutnya, pertimbangan dalam menjatuhkan hukuman mati, pertama pada beratnya barang bukti yang cukup banyak yang dapat merusak generasi muda. Dan kedua putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan.

”Merubah putusan dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman mati,” katanya. Yang mana hukuman yang dijatuhi Pengadilan Negeri Tanjungpinang dinilai tidak sebanding dengan banyaknya barang bukti yang dimiliki kedua terdakwa itu. Santonius menyebutkan, saat ini pihak Pengadilan Negeri akan menyampaikan kepada pihak Jaksa dan Pengacara kedua terdakwa, apakah ada upaya hukum dari kedua belah pihak maka PN Tanjungpinang ada waktu dua minggu dari hasil ini. Dalam kasus ini ada tiga tersangka. dSatu orang meninggal dunia saat loncat dari ruko bengkel Taya Ban di Batu 5 Bawah tempat mereka mengganti ban.

Baca Juga :  Polda Amankan Lima Kapal Ikan Asing

Kurir narkoba jaringan internasional ini menyelundupkan narkoba jenis sebanyak 72 Kg sabu dan pil ekstasi sebanyak 88273 butir di dalam ban mobil di Jalan Brigjen Katamso KM V Tanjungpinang, Kamis (4/8/2016) lalu sekitar pukul 14.30. Diketahui barang haram tersebut dari Johor Bahru Malaysia. Puluhan kilogram sabu dan ekstasi itu pertama diselundupkan ke Pulau Sugi Moro, Kabupaten Karimun. Kemudian, dibawa ke Tanjungbatu Kundur menggunakan speedboat.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here