Dua Pencuri di Rumah Jaksa Ditembak

0
142
Polisi mengiring dua tersangka pembobol rumah kosong di Tanjungpinang. Dua tersangka ditembak karena melawan saat ditangkap, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jajaran Polres Tanjungpinang berhasil menangkap dua tersangka spesialis pencurian rumah kosong di Tanjungpinang.

Mereka terpaksa ditembak dan mengenai kakinya karena berusaha melawan ketika ditangkap. Yakni, Widodo (35) dan Heru (31). Mereka telah beraksi di enam lokasi rumah kosong di Tanjungpinang. Heru ditangkap di Cafe salah satu di Sukaberenang, Kamis (3/1). Widodo ditangkap di Batam, Kamis (3/1).

Kini pihak Reskrim Polres Tanjungpinang kembali melakukan pencarian pelaku pencurian di rumah Jaksa bertugas di Kejati Kepri berinisial A. Rumahnya dibobol disiang hari pada 1 Januari 2019.

Pengawai kejaksaan tersebut mengalami kerugian ratusan juta. Uang tunai yang hilang Rp21 juta, televisi dua unit, perhiasan dan jam tangan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi juga menceritakan keberhasilan polisi dalam mengungkap beberapa kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi pada kurun waktu 24 November 2018 sampai dengan Desember 2018.

Ada 6 kejadian curat yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Kota Tanjungpinang.

”Kami bisa mengungkap semalam, kedua orang ini melakukan pencurian pemberatan dengan modus memasuki rumah kosong yang ditinggalkan oleh penghuni dan mereka menguras isi barang atau harta kekayaan,” katanya Jumat (4/1).

Kapolres menyebutkan, dari enam lokasi kejadian pencurian yang dialami korban sekitar Rp500 juta dan kedua orang ini sudah kita tangkap. Tersangka sempat melakukan perlawanan segera dilakukan upaya tindakan kepolisian. Enam TKP pencurian yakni di Jalan Anggrek Merah, Jalan Sultan Machmud, Jalan Suka Berenang, jalan Delima, Jalan Rawasari dan Jalan Pramuka.

”Kedua tersangka ini sudah beberapa kali melakukan kejahatan, mereka juga residivis baru keluar dari Lapas dengan kasus curat dan curanmor,” sebutnya.

Lanjutnya, barang bukti yang kita berhasil amankan kurang lebih ada uang sejumlah Rp14 juta itu dari hasil kejahatan, uang emas liontin dan kalung yang kurang lebih beratnya 26 gram.

Ada juga dompet di mana uangnya sudah digunakan oleh pelaku sebanyak 500 Ringgit, satu berangkas sudah dalam keadaan rusak, dimana waktu kejadian di dalamnya menyimpan uang Rp2 juta.

Ada juga handphone Samsung Tab selain itu juga barang bukti lainnya Note 9 serta beberapa jenis handphone yang dimiliki oleh korban dari enam TKP.

”Kita juga mengamankan alat yang digunakan pelaku saat mencuri Linggis dan palu serta sarana prasarana yang digunakan oleh pelaku yaitu satu unit mobil Avanza,” jelasanya.

Menurutnya, masyarakat yang dengan segera melaporkan kejadian kejahatan yang di alami kemudian kami juga mendapatkan banyak informasi tambahan dari masyarakat yang secara tidak langsung di sekitar kejadian itu melihat sesaat setelah kejadian dan melaporkan ke kami di kepolisian.

”Keberhasilan yang bisa dilakukan oleh Polres Tanjungpinang menetapkan titik dalam waktu kurang lebih 1 bulan ini tidak terlepas dari bantuan aktif dari masyarakat berani memberikan informasi,” tuturnya.

Kedua pelaku ini sebelum beraksi mengincar rumah-rumah yang kosong pada siang hari yang di tinggal oleh pemilik, mereka beraksi dengan membongkar jendela rumah menggunakan linggis. Keduanya di jerat dengan pasal 363 ayat 2 dengan ancaman penjara maksimal selama 9 tahun.

Polisi Buru Pelaku Pembobol Rumah Jaksa
Setelah mendapatkan kedua tersangka pembobol rumah, kini pihak Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan pencarian pelaku pencurian di rumah Jaksa yang bertugas di Kejati Kerpri berinisial A.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, untuk kerugian laporan awal Polsek Tanjungpinang Timur berkisaran ratusan juta.

”Uang kontan sekitar Rp 21 juta, televisi dua unit, perhiasan dan jam tangan yang diambil oleh pelaku namun jumlah kerugian belum tahu pasti,” katanya.

Kasat menjelaskan, kejadian itu siang hari pada tanggal 1 Januari lalu, pada saat kejadian korban tidak berada di rumah.

”Modus yang digunakan oleh pelaku itu hampir sama, kita masih melakukan penyelidikan,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here