Dua PMA Investasi Rp 1,3 Triliun

0
833
SHYPIARD: Galangan kapal di Telaag Punggur Batam salah satu investasi PMDN. f-abas/tanjungpinang pos

BATAM – Di tengah kelesuan ekonomi Batam dan rendahnya pertumbuhan ekonomi dia triwulan belakangan ini, iklim investasi sedikit membaik di kota industri ini. Data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemko Batam mencatat kalau saat ini ada dua investor baru masuk ke Batam dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun.

Investor itu masuk ke Kabil dan Mukakuning melalui faslitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Investor itu bergerak dibidang manufacturing. Masuknya investor baru itu diungkapkan Kadis DPM PTSP Pemko Batam, Gustian Riau, Selasa (12/9) di Kantor Wali Kota Batam. Hanya saja, iamengaku lupa nama dua perusahaan yang baru masuk tersebut. ”Sama-sama bergerak di industri industri manufacture. Ke depan, Pemko akan mencari peluang investasi di sektor pariwisata,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Baca Juga :  Atal Pimpin PWI Pusat

Menurutnya, dengan pemanfaatan KILK, saat ini diklaim sangat banyak kemudahannya. Proses juga sudah lebih menghemat waktu, sehingga dua investor itu masuk. Terkait lokasi kawasan industri, untuk Kabil tidak disebutkan dimana persisnya. Namun untuk Mukakuning, satu investor masuk di Kawasan Industri Batamindo (KIB). ”Investasi yang di Kabil besar mencapai Rp 1,1 triliun,” bebernya.

Dijelaskan Gustian, untuk pariwisata, pihaknya akan gencar melakukan pencarian investor baru. Harapannya dapat mendorong geliat investasi dan juga daya tarik Batam bagi para wisatawan. ”Kita akan jadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi. Ini sejalan dengan keinginan wali kota,” imbuh Gustian.

Baca Juga :  Pemda dan Korem 033/WP Matangkan Program Cetak Sawah

Terkait dengan rencana investasi dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN), Gustian mengaku tumbuh 10,16 persen pada semester I. Dimana, pada semester I tahun 2017, rencana investasi Rp 1,033 triliun. Nilai investasi itu diperoeh dari 26 proyek. ”Sementara untuk realisasi investasi PMDN periode semester 1 2017, tumbuh 25 persen. Semester I ini, realisasi investasi Rp 253.013.000.000 dengan 16 proyek dan menyerap 1.629 tenaga kerja,” imbuhnya.

Hingga saat ini, investor yang masuk ke Kepri sejak diterapkannya KLIK tersebut, sudah banyak pengusaha luar negeri yang menanamkan sahamnya di Kepri termasuk di Batam dan Bintan. Program pemerintah pusat ini memberi kemudahan kepada pihak investor untuk melakukan pembangunan usaha sambil mengurus izin-izinnya.

Baca Juga :  Hari ini, Festival Syair Internasional Dibuka

Dengan demikian, investasi cepat terserap dan perizinan juga dipercepat. Ini salah satu layanan pemerintah untuk mempercepat banyaknya investasi asing masuk ke Indonesia. Di tengah krisis ekonomi yang terjadi saat ini, iklim investasi diharapkan menjadi tinggi agar lapangan pekerjaan terbuka. Sehingga, ekonomi bisa pulih secara perlahan-lahan.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pun dengan tegas menyatakan, tidak akan ada birokrasi yang berbelit-belit di Pemprov Kepri jika investor mengurus izin. Jangan sampai investasi tak jadi direalisasikan gara-gara sulitnya mengurus izin. (mbb/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here