Dua Puskesmas Buka 24 Jam

0
2768
PUSKESMAS: Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr.H M. Subuh, MPPM (kiri) dan Rustam saat meninjau Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang, tahun lalu. f-dok/tanjungpinang pos

Dari tujuh Puskesmas yang ada di Tanjungpinang, dua di antaranya sudah membuka pelayanan 24 jam. Kedua Puskesmas itu dilengkapi dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD). Dua Puskesmas yang buka siang dan malam itu yakni Puskesmas Pancur dan Puskesmas Kampung Bugis.

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang telah melengkapi layanan kesehatan di tingkat puskesmas. Sehingga masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kegawatdaruratan di bidang kesehatan bisa dilayani di puskesmas. Namun, puskesmas lainya seperti Puskesmas Sei Jang, Tanjunggungat, Mekarsari dan Puskesmas Melayu Kota Piring, melayani pasien sampai jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Kita punya tujuh Puskesmas yang tersebar di empat kecamatan di Kota Tanjungpinang,” kata Rustam, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, kemarin.

Mantan Pejabat Pemprov Kepri ini mengungkapkan di Tanjungpinang, fasilitas yang dimiliki Puskesmas di Tanjungpinang tergolong lengkap. Misalnya, di Puskesmas Batu 10, sudah dilengkapi klinik khusus untuk pemeriksaan dan pengobatan kanker serviks.

Kemudian, jarak puskesmas ke rumah sakit di Tanjungpinang cukup dekat. Bila ada pasien yang ingin di rujuk ke rumah sakit, memudahkan keluarga pasien untuk memilih rumah sakit. Ada tujuh puskesmas di tambah tiga rumah sakit di Tanjungpinang, memudahkan masyarakat menerima pelayanan kesehatan. Ketiga rumah sakit itu yakni RSUD Tanjungpinang, RSUP Tanjungpinang dan RS Angkatan Laut Tanjungpinang. ”Zaman sudah berubah, sekarang ini masyarakat menuntut lebih pelayanan kesehatan. Ini kita terus tingkatkan,” kata Rustam.

Diungkapkan Rustam, saat ini kebanyakan masyarakat yang berobat di puskesmas mengeluhkan penyakit darah tinggi atau hipertensi, penyakit gula, penyakit kolestrol dan Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ”Penderita darah tinggi dan kolestrol banyak yang diderita masyarakat kita. Ini disebabkan karena pola makanan yang tak sehat,” jelasnya.

Kemudian, penderita DBD kebanyakan di rawat di rumah sakit. Tapi, jumlah penderita DBD setiap tahunnya terus turun. Agar masyarakat tidak menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi, ia sarankan agar warga mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat. Dan, masyarakat harus berolahraga minimal 30 menit per hari secara rutin. ”Tak boleh stres dan minum alkohol dan merokok,” bebernya.

Ditegaskan dia untuk meningkatkan pelayanan di Puskemas Pancur, Pemko menambah pembangunan ruang pelayanan. Tahun ini pembangunan ruang pelayanan dua lantai rampung. ”Kita harapkan ruang pelayanan baru bisa difungsikan tahun depan,” harapnya.

Bila Puskemas Pancur sudah di tambah ruang pelayanan, sambung dia, pelayanan semakin meningkat. Jumlah pasien yang berobat per harinya cukup tinggi di Puskesmas Pancur. Rata-rata per hari bisa mencapai 300 pasien. ”Puskesmas Batu 10, Sei Jang dan Puskesmas Pancur, per hari rata-rata menerima pasien 300 orang,” bebernya.

Tentang tenaga medis, Rustam menjelaskan untuk saat ini jumlahnya pas-pas. Tapi, masih terbantu adanya dokter yang sedang praktik di Tanjungpinang. Dokter umum yang praktik di Puskesmas dari Kementerian Kesehatan RI. ”Biasanya setelah dokter dari Kementerian Kesehatan pulang ke Jakarta misalnya, Kementerian Kesehatan kembali mengirimkan dokter penganti,” bebernya.

Bila ada penerimaan CPNS mendatang, ia mengusulkan adanya penerimaan untuk dokter umum dan dokter spesialis. ”Kita minta kepada masyarakat kita jangan sampai sakit parah baru mau datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here