Dua Ranperda Sedang Uji Publik

0
555
BAHAS RAPERDA: H Syahrul saat membuka uji publik dua raperda 2017, Selasa (16/5). F-IST/HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

Aturan Soal Sopan Santun Berpakaian di Pulau Penyengat 

Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, secara resmi membuka kegiatan Uji Publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Tanjungpinang Tahun 2017.

Tanjungpinang – Kegiatan yang ditaja oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang ini akan berlangsung mulai 16 hingga 17 Mei 2017 di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.

H. Syahrul, mengatakan produk hukum dalam hal peraturan daerah menjadi kewajiban pemerintah melalui Organidasi Perangkata Daerah (OPD) untuk menyampaikan kepada publik bahwa pemerkasa akan, sedang, dan telah menyusun ranperda.

Sehingga nantinya di dalam pelaksanaan atau implementasinya produk hukum ini, daerah dapat dilaksanakan masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan tersebut dengan baik dan benar. Karena telah dibahas dan disepakati bersama.

”Ada 2 Ranperda yang kita lakukan uji publik. Pertama tentang pengelolaan kawasan cagar budaya Pulau Penyengat sebagai wisata budaya Kota Tanjungpinang, dan kedua mengenai BUMD,” tegasnya.

Konsep baru dibuat oleh OPD terkait seperti objek wisata Pulau Penyengat tertata rapi, tata cara berpakaian, maupun pengelolaannya. Demikian pula dengan ranperda BUMD. Bagaimana pengelolaan pasar, penataan pasar, kebersihan, hingga petugasnya.

Melalui uji publik ini nantinya pemko ingin ada masukan-masukan dari stakeholder, masyarakat, RT/RW, akademisi, pedagang, organisasi masyarakat.

”Kemudian masukan-masukan ini kita tampung dan disusun,” kata Syahrul.

Mantan kepala sekolah ini berharap kepada para peserta manfaatkanlah momentum ini untuk memberikan saran dan masukan yang membangun, bukan mengkritik diluar apa yang dibahas.

Ia minta perhatikan muatan materi di dalam naskah akademik dan draft ranperdanya. Satukan persepsi bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak kepada kehidupan anak cucu dikemudian hari.

”Pemerintah terus berusaha menciptakan kondisi yang persuasif bagi masyarakatnya melalui peraturan-peraturan baik itu perda,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here