Dua Tahun Buron, Terpidana Alkes Dibekuk

0
718
Tersangka: Tersangka korupsi Alkes saat digiring masuk ke Kantor Kejati Kepri, Kamis (5/10). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sempat melarikan diri selama dua tahun, dokter Tajri terpidana korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2009 akhirnya berhasil ditangkap. Dokter Tajri ditangkap tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) saat ia berada di Tanjungpiayu Batam, Kamis (5/10).

Wakajati Kepri Asri Agung Putra mengatakan, dr Tajri selaku PPTK pengadaan Alkes telah menjalani proses peradilan Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Tetapi pada saat itu terpidana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Riau dan Kasasi Ke Mahkamah Agung. Ia mengajukan pembantaran penahanan dengan alasan sakit dan dikabulkan JPU.

”Pada saat pembantaraan itu, kemudian proses hukum terpidana inkracht atau berkekuatan hukum tetap yang dikeluarkan Mahkamah Agung pada tanggal 23 Juli 2015. Saat JPU melakukan eksekusi, terpindana menghilang hingga dinyatakan sebagai buron,” katanya.

Baca Juga :  REI Bangun 1.500 Rumah Murah

Wakajati menjelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang. ”Putusan PN Tipikor Tanjungpinang dan PT Riau dikuatkan oleh putusan Mahkamah Agung,” sebutnya.

Selanjutnya untuk proses hukum, terpidana masih diperiksa di ruangan penyidik Kejati Kepri untuk segera dijebloskan ke dalam sel tahanan negara.

Selain dr Tajri, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Sofyan dan Yuni Widianti merupakan direktur CV Intan Diagnostik pemenang tender senilai Rp 3.262.800.000. Keduanya terlebih dahulu telah dieksekusi untuk menjalani hukuman di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Baca Juga :  Besok, Wako Lantik Dua Pejabatan Eselon II

Ketiga terpidana ini, terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan huruf b dan ayat 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 KUHP.

Aspidsus (Asisten Tindak Pidana Khusus) Kejati Kepri, Fery Tass menyebutkan, mengamankan terpidana tadi pagi sekitar pukul 07.30 di rumahnya Perumahan Bukit Citra Lestari, Jalan Tengku Sulung Nongsa Batam. Ia ditangkap waktu mau berangkat kerja sebagai dokter praktek Klinik Piayu.

Ferry menuturkan, sebelum menangkap terpidana, tim mendapat informasi dan berkoordinasi dengan kepala RT setempat, bahwa terpidana berkerja di klinik tersebut.

”Berdasarkan informasi itu kita langsung melakukan pengintaian, ternyata memang benar terpidana berkerja di tempat itu tetapi terpidana pada malam itu tidak sedang berkerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Marharlan IV Dipimpin Brigjen Mar Nur Alamsyah

Namun keesokan paginya, tim eksekusi Kejati Kepri melakukan pengintaian di tempat tinggal terpidana. Waktu terpidana keluar menuju tempat kerja langsung ditangkap.

Kemudian terpidana langsung digiring dari Batam ke Tanjungpinang yang selanjutnya menuju ke Kantor Kejati Kepri, guna mempertanggungjabkan perbuatannya.

”Saat ditangkap dia tidak melakukan perlawanan, untuk di proses terpidana dibawa ke Rutan Tanjungpinang untuk melaksnakan eksekusi MA selama 4 tahun dan pidana denda Rp 200 juta,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here