Dugaan Korupsi Relokasi Makam, Kejari Periksa Ketua PSMTI

0
498
PERIKSA: Bendahara PSMTI ikut diperiksa jaksa. f-tengku/tanjungpinang pos

LINGGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga memanggil Ketua PSMTI Lingga, Toni Karyadi, Senin (30/1).

Pemanggilan itu berkaitan du-gaan korupsi dana hibah relokasi makam warga Tionghoa tahun 2016.

Kepada wartawan Tony Kar-yadi membenarkan pemanggilan dirinya oleh penyidik Kejari terkait pengunaan dana hibah sekitar Rp 2,2 miliar untuk relokasi makam.

”Sebatas dimintai keterangan terkait relokasi makam di kawasan bandara,” kata Tony.

Pria yang akrab disapa Akuai ini mengatakan, ada belasan pertanyaan yang diajukan pihak penyidik terkait tugas dan fungsi-nya sebagai Ketua PSMTI dan pelaksanaan relokasi makam.

”Pemeriksaan belum selesai, saya mau ambil dokumen yang tertinggal,” katanya.

Ia menegaskan, dalam pelaksanaan relokasi makam, pihaknya telah melakukan sesuai petunjuk dalam proposal yang diajukan.

Dalam proposal tersebut PSMTI Lingga mengajukan 297 makam untuk direlokasi dengan anggaran Rp 2,2 miliar.

Namun pada saat pengerjaan, pihaknya menemukan 33 makam di luar yang diajukan. Untuk 33 makam ini, diambil kebijakaan mengunakan dana yayasan PSMTI Lingga.

”Namun saat ini semua telah selesai direlokasi,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, relokasi makam warga Tionghoa di lahan Bandara Dabo Singkep bertujuan agar pihak bandara dapat mengajukan program perpanjangan landasan pacu bandara.

Tahun 2016, Pemkab Lingga memberikan dana hibah untik relokasi makam sebesar Rp 2,2 miliar dengan perincian Rp 8 juta untuk satu makam. (tir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here