Dukung Ketahanan Pangan, Petani Tanam Pala

0
708
MENYERAHKAN BIBIT: Serka Kom Eko Purnomo selaku ketua Tim Kajian Strategis Pengelolaan Wilayah Perbatasan menyerahkan bibit tanaman Pala kepada Sekdes Bukit Padi, Selasa (1/7). F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Tim Kajian Strategis Pengelolaan Wilayah Perbatasan terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Anambas khususnya di Kecamatan Jemaja. Sosialisasi tersebut, dalam rangka menjaga kestabilan ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Ketua Tim Kajian Strategis Pengelolaan Wilayah Perbatasan Serka Kom Eko Purnomo mengatakan, bahwa Kecamatan Jemaja dinilai sebagai wilayah perbatasan dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan penguatan terkait ketahanan pangan yang mandiri. ”Wilayah Jemaja sebagai wilayah perbatasan, dan perlu dilakukan peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat secara mandiri,” ungkapnya, Selasa (1/8).

Baca Juga :  Pelabuhan Letung Tak Kunjung Dioperasikan

Ia menambahkan, peningkatan ketahanan pangan menggandeng kelompok tani setempat yakni Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) dalam hal ini kelompok-kelompok tani di Jemaja. Selain mengembangkan kawasan pertanian, letak geografis Jemaja dinilai cocok bagi pertumbuhan pertanian ke depannya lebih baik.

Langkah awal yang dilakukan, saat ini memberikan sejumlah bibit tanaman pala kepada kelompok tani di Jemaja. Tujuannya, agar kelompok tani menanam pala dan mengembangkannya. Piihaknya juga telah memasang spanduk berupa imbauan kepada masyarakat, dalam meningkatkan solidaritas untuk membangun pertanian dan mendukung ketahanan pangan. ”Sejumlah bibit tanaman pala sudah diberikan kepada kelompok tani di Jemaja. Kita harap, petani mendukung ketahanan pangan dengan menanaman pala tersebut,” sebutnya.

Baca Juga :  Tidak Punya SPBU, BBM Selalu Langka

Ketua KTNA Irawadi mengatakan, kegiatan seperti ini tidak akan berjalan sukses. Jika tanpa dukungan pemerintah, baik itu moril maupun materil. ”Saya sudah selalu menyimak kegiatan seperti ini, dan hasil selalu tidak berjalan sukses. Saya pernah mengikuti kegiatan di event PENAS 2017 di Aceh kemarin. Namun, masih bersifat seremonial hingga saat ini,” ungkap Irawadi.

Ia berharap, kepada Tim Kajian ini bisa menyampaikan aspirasi para petani di Kecamatan Jemaja kepada pemerintah agar dapat memperhatikan secara serius dan tidak hanya kegiatan seremonial saja. Jika dikelola dengan baik, pastinya lahan di Jemaja bisa menghasilkan produksi tani yang tinggi khususnya padi dan sayuran. ”Jika hanya kegiatan seremonial sangat sulit diwujudkan. Pemerintah harus serius untuk mendukung hal ini,” tutupnya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here