Dukung Pembuatan Pabrik Sardin

0
555
Pantai Padang Melang salah satu kawasan wisata Anambas yang memiliki daya tarik wisatawan manca dan domestik. f-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Saya baca di kolom mbs Tg pinang pos ini ada saran’MINTA DIRIKAN PABRIK IKAN SARDIN’ Karena laut Kepulauan Riau memeliki hasil Ikan terbesar di Asia. Disini letak kejelian otak pemimpin dan konglomeratnya memfaatkan kelebihan wilaya Kepri cq laut Natuna yg jadi rebutan negara lain.Hasil komodity ini akan mendongkrak PAD Kas daerah yg lagi defisit.buatlah realita jangan banyak wacana tapi tak jadi2.
+6281267715251

Mesti Punya Pangelengan Ikan
HAMID RIZAL
Bupati Natuna mengatakan,”hasil IKAN menjadi ikon terbesar di laut Natuna”.Agar kuwalitas dan kwantitas ikan di Natuna meningkat tajam dan cepat jadi kenyataan,sudah waktunya pak Bupati laut Natuna ini segera mendirikan”Pabrik Ikan Sarden” berkuality ekport. Barulah bupati Hamid Rizal mengukir sajarah hebat dalam knerjanya di Kepri ini.
+6281364252006

Alat Nelayan Asing Canggih
MBS.IBUK Susi mentri Kelautan telah menerapkan hukuman keras lagi berat terhadap kapal pencuri ikan di laut Kepulauan Riau. Kapal diledakkan, ditenggelamkan orangnya diproses menurut hukum. Tapi belum membuat pencuri ikan ciut nyalinya, sampai akhir2 ini pencuri dari negara Thailand, Vitnam, Philipina dan termasuk dari jiran Malaysia ramai2 masih mau mencuri ikan ke perairan Kepri.Jadi bukti, biar alur lautnya sama tapi ikannya banyak di laut Kepri. Mereka kerja cepat, sebentar hasilnya besar karena punya pukat harimau dan peralatan canggih lainnya. Anehnya pemerintah kita buat aturan nelayan kita dilarang pakai pukat harimau,alasannya ikan takut habis. Mana bisa ikan di laut bisa habis,sama saja dg ayam dipotong hari2 tapi tetap ada juga, sebab makhluk itu milik Allah.,Dia yg memeliharanya,kita harus yakin.
+6281364252006

Pitih Masuk dan Keluar
DALAM
Anggaran proyek pembangunan ada namanya PK dan ada namanya PM. PK artinya pitih (duit) Keluar dan PM artinya pitih/ duit masuk. Kenyataannya di Kota, Kabupaten dan Kepuluan Riau ini banyak buat pitih uang keluar saja. Sedikit sekali yg pandai menbuat uang masuk. Contohnya laut Kepri banyak ikan, tapi tak mampu buat pabrik “Ikan Asin” dan “Ikan Sarden”. Bintan ini sejak dulu terkenal penghasil “Tanah Bauksit” tapi sampai sekarang belum mampu bangun
+6281267715251

TANGGAPAN:
Saya sudah datang dan dialog dengan nelayan di Anamabs termasuk di Pulau Siantan dan Pulau Jemaja. Ini bukan kunjungan kerja pertama saya, sebelumnya sudah beberapa kali datang ke Kepri

Keberadaan Kabupaten Kepulauan Anambas baik dari segi keamanan dan kehidupan masyarakatnya memiliki peran penting bagi NKRI, karena merupakan kabupaten terluar yang berbatasan dengan banyak negara.

Di sini ada laut cina selatan yang berbatasan dengan Singapura, Vietnam, Malaysia, Tiongkok, Filipina, Thailand, sehingga memiliki titik tawar penting bagi NKRI. Oleh karena itu, pemerintah pusat menaruh harapan besar kepada Anambas.

Saya ingin Anambas menjadi pointer utama dan pioneer utama bagi industri perikanan dan industri pariwisata. Ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai harapan tersebut, yakni kenyamanan dan keindahan. Gunungnya harus hijau, lautnya harus biru dan banyak ikannya. Tapi kok banyak terumbu karang di kedalaman 2-4 meter yang sudah rusak akibat destructive fishing dengan cara dibom dan menggunakan pottasium (portas).

Pengusaha ikan hidup tidak boleh lagi menerima hasil tangkapan dan menyuplai pottasium ataupun bahan dinamit kepada nelayan untuk menangkap ikan.

Jika masih ada, saya akan kunci izin kapal Hongkong (pengangkut ikan hidup) ke daerah sini. Illegal fishing yang mencuri ikan pakai jaring sudah hilang. Tolong dihargai setelah dijaga keamanan, masak mau dirusak pakai bom dan portas, tidak boleh

Untuk ikan napoleon dibatasi penangkapannya. Ketentuan ikan napoleon yang boleh ditangkap berukuran 8 ons hingga 4kg, lebih dari itu maka harus dilepas untuk indukan di alam. Pengusaha dan pelaku penangkapan ikan harus patuh dan tertib menjaga kelestarian untuk keberlanjutan usaha. Pemerintah membuat aturan supaya ikan-ikan tetap produktif, ada dan banyak. Jika sedikit, hanya cukup untuk makan tidak cukup untuk menghidupi keluarga, sekolah anak-anak kita.

Para pengusaha dan nelayan dengan kapal diatas 30 GT juga harus mematuhi ketentuan jalur penangkapan ikan. Kapal-kapal besar seperti purse seine tidak diperbolehkan menangkap ikan dibawah 4 mil dari bibir pantau di pulau terdekat. Tidak boleh kapal purse seine yang ber-GT besar beroperasi di jalur 1 dan 2. Dorong semua ke jalur 3 (diatas 12 mil), jangan sampai jalurnya diambil oleh orang Vietnam.

Kapal Purse Seine dengan modifikasi atau yang dikenal dengan pukat mayang telah meresahkan nelayan lokal. Seperti yang dikeluhkan nelayan di Pulau Jemaja, kapal tersebut menangkap ikan dengan jaring besar yang sudah dimodifikasi dan ditarik dengan mesin. Diameter lubang jaring yang dipakai sangat kecil sehingga benih ikan yang harusnya tidak ditangkap ikut terperangkap dan akhirnya dapat mengurangi populasi ikan di sekitar Laut Anambas. Padahal, ketentuan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 71 tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan disebutkan bahwa untuk purse seine pelagis kecil diharuskan memiliki mata jaring 1 inchi (2,54 cm) dan purse seine pelagis besar berukuran 2 inchi (5,8 cm).

Jika masih ada yang melanggar dan terus beroperasi, laporkan agar segera kita lakukan razia. Nanti kita akan perketat pengawasan dengan menempatkan Satker PSDKP di Pulau Jemaja ini.

Bongkar muat ikan di laut (transshipment) dengan kapal berukuran 200 GT yang masih marak terjadi di perairan Anambas harus segera dihentikan. Untuk itu pemerintah harus melakukan tata kelola perizinan kapal besar ini dengan benar. Ukuran kapal angkut khusus untuk ikan hidup yang diperbolehkan maksimum 200 GT sebagai kapal penyangga, sedangkan untuk kapal kargo bisa berukuran hingga 1000 GT tapi tetap tidak diperbolehkan untuk melakukan transshipment di tengah laut.

Sebaiknya Pak Bupati saya sarankan, ini banyak sebetulnya potensi pendapatan daerah, semua kapal bongkar muat di TPI-nya. Bapak bisa pungut untuk PAD (pendapatan asli daerah), untuk biaya keamanan, untuk biaya perbaikan lingkungan di sekitar pelabuhan. Jadi tercatat ikannya dilelang, itu penting sekali. Bapak bisa bikin Perda, semua kapal yang dari luar, dari Jakarta pun, Bapak bisa paksa bongkar di daerah sini kalau nangkapnya di WPP Anambas.

Guna memperketat pengawasan, setelah aturan tersebut dibuat pemerintah daerah dapat melibatkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (LANAL) dan Polres setempat untuk melakukan penindakan jika masih terjadi pelanggaran. Tak hanya itu, Menteri Susi juga menyampikan nasihat agar masyarakat Anambas dapat menjaga hutan dengan tidak lagi menebang pohon agar air tawar dapat terus tersedia, mengingat pulau-pulau di Anambas tidak memiliki sungai besar sebagai sumber air tawar. Terakhir, Menteri Susi menyoroti kebiasaan warga yang membuang sampah plastik ke kolong rumah dan langsung kelaut.

Saya mengimbau untuk mengurangi penggunaan kantong dan botol plastik, mulai dari diri sendiri. Jangan membuangnya ke kolong rumah, selokan akhirnya ke laut juga. Lama-lama laut Indonesia diperkirakan akan lebih banyak plastiknya dari pada ikannya. (mas)

Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here