Dulu Paling Padat, Kini Jadwal Diperlambat

0
971
Ponton pelabuhan: Suasana ponton pelabuhan domestik Sekupang di pagi hari. F-tarmizi/tanjungpinang pos

Melihat Kondisi Penumpang di Pelabuhan Sekupang

Waktu baru menunjukkan pukul 08.00 WIB, ketika Tanjungpinang Pos tiba di areal parkir Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), akhir pekan lalu. PDS terlihat sepi, dan tidak banyak teriakan yang terdengar dari para agen penjual tiket keberangkatan dari Batam ke sejumlah tujuan, seperti Tanjungbalai Karimun, Tanjungbatu, Selatpanjang Bengkalis, Pekanbaru, Dumai dan sejumlah tujuan lainnya.

Batam – Para porter pengangkut barang calon penumpang menuju ponton keberangkatan juga terlihat lebih banyak duduk-duduk, bercengkarama sesama mereka.

Padahal, sekitar 20 tahun hingga 10 tahun lalu, pelabuhan Sekupang ini merupakan pelabuhan terpadat di Kepri. Namun, kini sudah banyak bermunculan pelabuhan ditambah dengan makin banyak maskapai hingga pelabuhan Sekupang semakin hari semakin sepi.

Dulu, setiap harinya kapal kadang ada yang berangkat pukul 05.00 WIB dari pelabuhan ini, namun kini setelah pukul 07.00 saja kadang belum ada kapal yang berangkat, karena sepinya penumpang. Umumnya keberangkatan kapal di atas pukul 08.00 WIB.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Tanjungpinang Pos, sepinya PDS telah berlangsung lama, karena tidak banyak warga Batam yang bepergian menggunakan jasa angkutan laut di PDS. Selain lesunya perekonomian akhir-akhir ini, perang harga jasa penerbangan, menjadi salah satu faktor sepinya pelabuhan dari calon penumpang.

”Kita melayani rute Sekupang, Tanjungbalai Karimun, Selatpanjang, Bengkalis dan terakhir nyandar di Dumai. Sedangkan rute satu lagi Batam-Pekanbaru via Buton. pagi ini hanya mengangkut belasan penumpang saja. Sedangkan kapasitas angkut kita mencapai tiga ratus penumpang,’’ kata Penanggungjawab Keselamatan Pelayaran MV Dumai Express, Asmadi.

Meski demikian lanjut Asmadi, seperti halnya armada ferry yang lain, Dumai Expres tetap konsistenmelayani penumpang sesuai rute yang dilayari dengan waktu keberangkatan yang telah terjadwal.

Untuk menutupi biaya operasional, perusahaan Dumai Expres memilih sistem subsidi silang, dengan mengandalkan jumlah penumpang yang lebih banyak pada musim liburan dan hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru serta hari besar Imlek.

Senada dengan Asmadi, Direktur Operasional MV Marina dibawah Bendera PT Marinatama Gema Nusa, Anizal Fauzi menyebutkan, armada yang dioperasikan perusahaan pelayaran tempatnya bekerja memiliki jadwal 4 kali keberangkatan dalam sehari.

Rute yang dilayani dari Sekupang, Tanjungbatu, Pulau Burung, Guntung, Kuala Enok dan berakhir di Kuala Tungkal. Dari 4 kali keberangkatan itu, rata-rata hanya mengangkut 100 penumpang setiap hari.

”Lesunya perekonomian akhir-akhir ini menjadi faktor merosotnya penumpang. Orang tidak bepergian kalau tidak ada hal yang mustahak betul. Selain itu, banyaknya maskapai penerbangan dengan tiket-tiket promo lebih dipilih sebagai alternatif terbaik, dari pada menggunakan jasa nagkutan laut dengan rentang waktu yang lebih lama,’’ kata Anizal Fauzi.

Masih dari PDS, Kepala Bagian Keselamatan Pelayaran MV Batam Jet, Jeffry AT juga menyebutkan hal yang sama. Selain merosotnya ekonomi masyarakat, tegasnya penerapan aturan keluar masuk barang dari dan ke Batam juga berimbas pada menurunnya jumlah penumpang.

Sebelumnya pedangang-pedagang kecil dari Batam ke Dumai dan sebaliknya, kebanyakan menggunakan jasa angkutan laut. Tapi sejak beberapa tahun belakangan, tidak satupun mereka menjalankan usaha dagang tersebut.

”Rute yang dilayari Batam jett dai Batam ke Dumai dan singgah menurunkan dan menaikkan penumpang di Karimun, Tanjungsamak, Selatpanjang dan Bengkalis, berangkat setiap hari. Sejak awal tahun, hingga saat ini mengalami penurunan jumlah penumpang yang siknifikan mencapai empat puluh persen,’’ jelas Jeffry.

Direktur Operasional MV Mikonata, Rusran alias Ameng memilih tidak berkomentar banyak perkara penurunan jumlah penumpang. Tapi ia juga membenarkan informasi dari sejumlah operator pelayaran yang ada di PDS.

’’Begitulah adanya, yang namanya usaha jasa, tentu ada musim ramai penumpang dan ada musim sepi. Kita tidak bisa elakkan hal itu,’’ jelasnya.

Meski mengalami penurunan jumlah penumpang, seperti halnya operator lain, MV Mikonata juga tetap konsisten membarangkatkan armadanya sesuai jadwal. Ada lima kali keberangakatan yang dilayani Mikonata dari Batam menuju Karimin dan Selatpanjang. Semuanya berjalan seperti biasa.

Senada dengan Ameng, Operational Ticetting SB Tenggiri Expres, Saparudin yang aramadanya melayani rute pulau-pulau kecil seputaran Moro, Durai dan Guntung hingga Lubuk Kampas dan Pasar Simpang, mengaku tetap bertahan dengan situasi sepinya jumlah penumpang.

”Kita tetap konsisten menjalankan usaha, sepinya penumpang merupakan konsekuesi, kita akan tetap bertahan,’’ ujarnya.(TARMIZI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here