Edotel Bisa untuk Tempat Rapat

0
570
MELIHAT DAPUR: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga SIp MM bersama Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu melihat oven memasak roti di Edotel SMKN 2 Tanjungpinang didampingi Artalina. f Tunas/TANJUNGPINANG POS

Komisi I DPRD Tanjungpinang Kunjungi SMKN 2

Untuk menghemat anggaran sekaligus membantu pendidikan, jajaran Pemko dan DPRD Tanjungpinang diharapkan memanfaatkan Edotel Mahligai SMKN 2 Tanjungpinang sebagai tempat rapat.

TANJUNGPINANG – WAKIL Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, perlu Memorandum of Understanding (MoU) DPRD beserta Pemko Tanjungpinang dilakukan dengan pihak SMKN 2 Tanjungpinang selaku pengelola hotel tersebut. ”Di sini tempatnya juga refresentatif dan murah. Untuk ruang rapat kapasitas 30 orang, sudah termasuk makanan minuman hanya Rp 1,5 juta. Di sini aja rapatnya,” ujar Ade Angga saat berkunjung ke sekolah yang berada di Jalan Pramuka itu, Rabu (6/9).

Saat kunjungan itu, Ade Angga mendampingi Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu. Mereka diterima Artalina, Wakil Kepala SMKN 2 Bidang Kurikulum.
Bila pemerintah melaksanakan kegiatan di Edotel maka akan semakin eksis. Siswa yang praktik pun makin mahir melayani tamu. Apalagi hotel itu sudah tersedia banyak fasilitas seperti hotel lainnya. ”Kalau pertemuannya kapasitas besar, silakan ke hotel karena di sini tidak muat. Tapi kalau jumlah pesertanya tak banyak bisa disini. Kita harus dukung pendidikan berbasis keahlian ini,” tegasnya.

Maskur mengatakan, apa yang disampaikan Ade Angga harus didukung. Apalagi, yang belajar di sana adalah anak-anak Tanjungpinang. Jangan sampai Edotel tempat mereka belajar menjadi karyawan profesional justru sepi. ”Rapat Komisi sudah bisa di sini. Anggotanya kan tidak begitu banyak. Ini perlu ditindaklanjuti. Biayanya termasuk murah karena sudah termasuk sewa tempat dan konsumsi. Sembari menambah pemasukan bagi operasional edotel tersebut,” ungkapnya.

Artalina menjelaskan, Edotel Mahligai SMKN 2 Tanjungpinang resmi dibuka tahun 2013 lalu. Saat ini sudah dikelola secara komersil. Sehingga, siswa yang bekerja di sana pun sudah mampu melayani tamu. ”Kalau ruang praktik sehari-hari kita ada lima ruangan di sebelah kanan bangunan sekolah. Jadi Edotel Mahligai memang sudah khusus melayani tamu umum. Para pekerjanya rata-rata siswa yang sedang sekolah atau alumni yang sudah mahir,” jelasnya.

Memang, kata dia, tamu yang menginap di hotel itu tidaklah ramai. Tetapi sudah bisa mengurangi beban biaya operasionalnya. ”Kalau kurang, bisa kita tutupi dari biaya peningkatan keterampilan siswa,” jelasnya.

Edotel, kata Artalina, merupakan singkatan dari education hotel atau hotel belajar. Hotel ini dibangun pakai dana APBN oleh Kementerian Pendidikan. Dibangun sebagai tempat praktik siswa jurusan perhotelan, tata boga, tata busana, dan lainnya yang berhubungan dengan industri pariwisata dan perhotelan serta restoran.

SMKN 2 Tanjungpinang fokus di bidang pariwisata dengan berbagai kompetensi keahlian seperti Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, Kecantikan yang terbagi dua tata rias dan kulit serta Busana Butik. Sejumlah fasilitas yang dimiliki Edotel diantaranya, 19 kamar, lobi, aula, restoran, mini SPA dan meeting room.

Adapun 19 kamar tersebut terdiri dari 8 kamar standart, 2 kamar superior, 5 kamar deluxe, 1 kamar super deluxe, serta 1 kamar suite deluxe. Pengoperasian hotel training ini dikelola langsung oleh guru, para siswa, serta alumni SMKN 2 Kota Tanjungpinang. Sejumlah harga yang ditawarkan pun beragam namun tetap murah kisaran Rp 300 sampai Rp 500 ribu per kamar/malam. Tersedia juga cuci rambut dengan biaya Rp 15 ribu serta lainnya.

Selain mengunjungi Edotel dan melihat fasilitas yang ada, Ade Angga dan Maskur Tilawahyu juga berinteraksi dengan siswa Kelas XII di aula sekolah tersebut. Ada sekitar 190 siswa dengan enam rombongan belajar dari setiap jurusan. Para siswa terlihat antusias menyambut kedatangan anggota DPRD Tanjungpinang tersebut.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here