Ekonomi Anjlok, Pemprov Revisi RPJMD

0
730
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat meninjau salah satu industri di Lobam, Bintan, belum lama ini.f-istimewa/humas pemprov kepri

Kepala BI Minta Perkuat Industri Semikonduktor

TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri menerima masukan dari berbagai instansi terkait soal rendahnya pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan I dan II tahun 2017 ini.

Padahal, target pertumbuhan ekonomi Kepri tahun ini adalah 5,5 persen. Kenyatannya, di triwulan I tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 2,02 persen. Di triwulan II, pertumbuhan ekonomi Kepri kian anjlok hingga 1,52 persen.

Pemprov Kepri pun telah membahas ini dengan pihak Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri. Seketaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan, hasil pembahasan mereka ini akan dilaporkan ke Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Dari hasil pembahasan itu, Pemprov harus melakukan revisi Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Kepri tahun 2017 sampai 2021 mendatang.

Baca Juga :  Seluruh Suket Sudah Jadi KTP

Sebelumnya, Arif menyampaikan, bahwa rencana revisi RPJMD untuk masa mendatang ini sudah dilaporkan Kepala Bappeda Kepri Naharuddin, terkait kondisi Kepri saat ini.

”Kemarin kepala Bapedda sudah melaporkan. Ke depan tentu sebelum mereview kembali RPJMD ini, saya ingin melihat kondisi realnya seperti apa,” jelas Arif kepada wartawan usai menggelar Rapat terbatas tentang Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (10/10).

Dampak review RPJMD ini, juga salah satu faktor utamanya lantaran sektor pertumbuhan Ekonomi Kepri terjun bebas. Sehingga sangat sulit jika harus digenjot untuk mencapai target sampai 5,5 persen.

Baca Juga :  Ubah Komplain Pasien Jadi Pujian

”Target pertumbuhan ekonomi ini yang perlu kita dorong, dimana yang menurun itu, itu solusinya apa. Misalnya di sini menurun, solusinya bagusnya mana dan seperti apa. Karena tujuan kita sama, ingin mensejahterakan atau menaikkan taraf ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada masing-masing pejabat baik lembaga maupun kementerian di Kepri yang punya saran membangun silahkan berikan kritikan dan saran. ”Misalkan, ada saran yang lebih baik, berikan solusi itu,” tambahnya.

Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra menambahkan, kondisi ekonomi saat ini perlu dicari solusi jitunya. Secara singkat, ia menceritakan, pertemuan dengan pejabat TAPD di Pemprov Kepri, pertemuan itu membahas masalah potensi-potensi yang masih banyak belum tergarap dan ke depan harusnya dimanfaatkan.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Inflasi Kepri Sering Naik

”Misalnya industri elektronik itu masih memberikan kontribusi terbesar dari 53 persen terhadap industri pengolahan. Itu kita melihat ada industri lainnya yang perlu kita kembangkan, industri yang terkait yakni industri semi konduktor,” bebernya.

Didukung dengan perkembangan lainnya, misalkan, kartu elektronik, smart city, digital dan itu memerlukan dukungan dari industri semi kondutor. ”Selama ini, hampi semuanya industri semi konduktornya kita himpun dari luar,” tambahnya. ”Belum bisa kita proses di dalam,” tambahnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here