Ekonomi Kepri Masih Terseok-seok

0
621
LOKASI lapas: Desa di Kabupaten Natuna yang akan dijadikan lokasi pembangunan Lapas oleh pemerintah pusat. f-dokumen/tanjungpinang pos

Pertumbuhan Triwulan III 2,41 Persen

Pertumbuhan ekonomi Kepri masih terseok-seok di Triwulan III tahun 2017 ini karena hanya tumbuh 2,41 persen. Namun naik jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

TANJUNGPINANG – PERTUMBUHAN ekonomi Kepri di Triwulan II tahun 2017 sekitar 1,52 persen dan 2,02 persen di Triwulan I. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kepri tetap yang terendah sejak provinsi ini didirikan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Kepri berada di posisi paling bawah pertumbuhan ekonomi dibandingkan 33 provinsi lainnya di Indonesia. Pada triwulan yang sama tahun 2016 lalu, posisi Kepri masih di 16 besar dengan tingkat pertumbuhan saat itu 5,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan III ini jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 5,06 persen. Di triwulan yang sama tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Kepri 5,5 persen dan nasional 5,01.

Triwulan yang sama tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Kepri 5,49 persen dan nasional 4,77 persen. Triwulan yang sama tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Kepri 7,07 persen dan nasional 4,93 persen.

Triwulan yang sama tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Kepri 6,79 persen dan nasional 5,52 persen. Triwulan yang sama tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Kepri 7,99 persen dan nasional 5,94 persen.

Baca Juga :  54 Tokoh Terima Penghargaan

Dilihat dari angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Kepri enam tahun terakhir ini baru kali ini di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan pencapaian pertumbuhan ekonomi di Triwulan 3 ini, dibanding dengan Triwulan II 2017, baru mencapai 1,82 persen atau naik 0,3 persen.

Menurut Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy) perekonomian Kepri pada Triwulan III tumbuh sebesar 2,41 persen.

Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan kategori industri pengolahan yang memberikan andil sebesar 1,09 persen. ”Dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi didorong komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto, red) yang mempunyai andil pertumbuhan ekonomi sebesar 3,26 persen,” ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut ia menyampaikan, apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya perekonomian Kepri tumbuh sebesar 2,83 persen. ”Pertumbuhan tersebut, kata dia, sebagian besar dipengaruhi dari kategori lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan. ”Tiga kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar, antara lain, industri pengolahan 1,76 persen, konstruksi 0,83 persen, serta perdagangan 0,16 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran yang mempunyai andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi pemerintah sebesar 1,11 persen dan PTMB sebesar 1,07 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Suku Laut Minta Akta Kelahiran

Walaupun pertumbuhan ekonomi di triwulan III mengalami trend yang positif, namun kata dia, hal itu belum sepenuhnya menunjukkan trend yang menggembirakan. ”Setelah mengalami keterpurukan sebesar 1,52 persen pada Semester I 2017, pertumbuhan ekonomi Kepri belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Meskipun target pertumbuhan ekonomi sudah diturunkan, namun Kepri belum bisa mencapai target tersebut,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun mengaku senang dengan adanya trend positif pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan III tahun 2017 ini. Namun, ia berpesan kepada semua pihak agar tidak cepat berpuas hati dengan hasil pertumbuhan ekonomi di triwulan III tahun ini. ”Walaupun ada kenaikan tapi kita jangan cepat berpuas hati. Perjalanan kita masih jauh,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, diharapkan kepada seluruh kepala daerah se Provinsi Kepri dapat membuat inovasi baru di daerahnya untuk menumbuhkan kembali pertumbuhan ekonomi Kepri. ”Kepala daerah juga kita dorong untuk membuat gebrakan-gebrakan baru karena masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya.

Baca Juga :  Perda Perubahan RPJMD 2016-2021 Disahkan

Menurut dia, peningkatan pertumbuhan ekonomi ini, harus didorong bersama. Kepala daerah di kabupaten dan kota harus sama-sama berjuang, kreatif dan jangan cepat puas atas keberhasilan yang diraih saat ini. ”Manfaatkan segala potensi yang ada. Banyak sekali, potensi pariwisata, maritim pertanian bahkan sektor industri yang belum kita garap. Makanya saya minta kita jangan cepat puas, dengan capaian yang kita raih saat ini,” tegas Nurdin.

Nurdin juga mendorong agar semua kabupaten/kota memiliki kekuatan ekonomi baru. Sehingga menyeimbangkan ekonomi di Kepri. Saat ini, ekonomi di Kepri bertumpu di Batam. Sebab, 71 persen ekonomi Batam menyumbang ekonomi di Kepri. Ketika ekonomi Batam anjlok, maka ekonomi Kepri ikut anjlok. Namun, ketika ekonomi Batam membaik, maka secara otomatis ekonomi Kepri membaik. Ekonomi Batam anjlok sejak ekonomi dunia merosot. Banyak perusahaan di Batam tak dapat orderan. Pengangguran pun meningkat.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here