Ekonomi Kepri Melemah, Warga Ramai-ramai Tukar Dolar

0
122
KARYAWAN money changer di Komplek Pinlang mas Bintan Centre, menghitung uang rupiah yang ditukarkan warga dari uang dolar. f-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINCEN – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri melemah rata-rata 2,5 persen, bukan hanya data yang dipaparkan Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi, penghasilan dan tingkat daya beli masyarakat di pasar juga turun drastis. Bahkan, sejumlah warga dan pengusaha ramai-ramai menukar mata uang dolar menjadi rupiah.

Seorang warga Tanjungpinang Timur, Yono (45) mengatakan, penghasilannya hanya pas-pasan untuk menghidupi keluarganya. Peredaran uang di Kepri pada tahun 2017 sampai saat ini, semakin turun. Beberapa warga dan dirinya mencoba buka usaha, daya beli masyarakat pun turun.

”Kalau daya beli turun, usaha yang dibuka pun rugi. Sementara, harga barang impor yang kita perlukan itu naik. Barang impor naik, karena kurs mata uang rupiah dengan dolar tak sebanding. Nilai dolar makin tinggi,” jelasnya, kemarin.

”Karena gaji pas-pasan, lebih bagus kita jual atau tukarkan uang dolar menjadi rupiah. Seperti ini lah untuk mengatasi ekonomi Kepri yang semakin melemah. Kalau ada uang dolar, lebih baik kita tukarkan saat ini,” sarannya.

Sejumlah tempat penukaran uang (money changer) di Tanjungpinang menyatakan, tingkat penukaran uang luar negeri seperti dolar menjadi rupiah, cukup tinggi sejak beberapa pekan terakhir. Karena, nilai a dolar Singapura, yang biasanya berkisar Rp 9.800, saat ini bisa mencapai Rp 10.200. Sedangkan 1 dolar Amerika, setara dengan Rp 13.050.

”Banyak sih yang jual dolar menjadi rupiah, kepada kami. Mungkin karena mumpung harga dolar naik,” kata seorang karyawan money changer di komplek Pinlang Mas, Bintan Centre, Batu Sembilan.

Pakar ekonomi Provinsi Kepri H Ansar Ahmad tidak menampik, jika pertumbuhan ekonomi Kepri paling rendah se-Indonesia pada tahun 2017. Ekonomi melemah itu banyak faktor penyebabnya. Wajar jika nilai dolar di dunia semakin kuat.

”Sekarang ini, solusinya yang mesti dicari pemerintah. Geliatkan investasi, buat pembangunan yang merata dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” ujar Ansar Ahmad singkat, Selasa (6/2) kemarin. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here