Ekonomi Kepri Membaik di 5,48 Persen

0
177
INDUSTRI galangan kapal dan offshore di daerah Kabil Batam salah stau penopang ekonomi Kepri. f-martua/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan IV tahun 2018 membaik dibandingkan periode I, II dan III tahun yang sama. Juga lebih baik dibandingkan tahun 2017 lalu. Juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Zulkipli mengatakan, pada periode Triwulan IV-2018 mencapai 5,48 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kepri secara kumulatif (c-to-c) tahun 2018, tumbuh sebesar 4,56 persen. Tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan tahun 2017 yang hanya tumbuh 2,00 persen.

”Pertumbuhan pada triwulan IV ini didorong oleh pertumbuhan kategori industri pengolahan yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,80 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto memberikan andil pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu 3,87 persen,” ujar Zulkipli dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini, Rabu (6/2).

Ekonomi Kepri Triwulan IV-2018 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 3,07 persen. Dari sisi produksi, sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan.

Tiga kategori yang memberikan andil pertumbuhan terbesar antara lain, kategori pertambangan dan penggalian 1,52 persen, kategori industri pengolahan 0,46 persen dan kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 0,31 persen.

Dari sisi pengeluaran, yang mempunyai andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi pemerintah sebesar 3,58 persen.

Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan IV-2018 memberikan kontribusi sebesar 7,94 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.

Pertumbuhan tertinggi c-to-c pada tahun 2018 dicapai oleh kategori jasa lainnya yang tumbuh sebesar 19,24 persen, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 11,30 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,00.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau tahun 2018 secara c to c, industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 1,55 persen, diikuti konstruksi sebesar 1,39 persen dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,52 persen.

Ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 3,07 persen bila dibandingkan triwulan III-2018 (q-to-q). Pada triwulan ini sebagian besar kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan kecuali kategori pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; transportasi dan pergudangan; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Tahun 2017 merupakan sejarah paling buruk karena pertumbuhan ekonomi Kepri urutan ke-33 dari 34 provinsi di Indonesia.

Adapun pertumbuhan ekonomi Kepri selama empat triwulan tahun 2017 yakni Triwulan I tumbuh 2,02 persen, Triwulan II tumbuh 1,52 persen, Triwulan III tumbuh 2,41 persen dan Triwulan IV 2,57 persen.

Selama tahun 2013 hingga 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri belum pernah jatuh di angka 3. Paling rendah 4,21 persen dan paling tinggi 8,46 persen.

Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan I adalah 4,21 persen, Triwulan II tumbuh 5,17 persen, Triwulan III tumbuh 5,50 persen dan Triwulan IV tumbuh 5,19 persen.

Tahun 2015, ekonomi Kepri Triwulan I tumbuh 7,82 persen, Triwulan II tumbuh 6,36 persen, Triwulan III tumbuh 5,53 persen dan Triwulan VI tumbuh 4,49 persen.

Tahun 2014, ekonomi Kepri Triwulan I tumbuh 5,36 persen, Triwulan II tumbuh 7,00 persen, Triwulan III tumbuh 7,07 persen dan Triwulan IV tumbuh 6,95 persen.

Tahun 2013, ekonomi Kepri Triwulan I tumbuh 8,46 persen, Triwulan II tumbuh 7,38 persen, Triwulan III tumbuh 6,79 persen dan Triwulan IV tumbuh 6,29 persen. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here