Ekonomi Kepri Mulai Sehat

0
98
PEKERJA sedang menyelesaikan konstruksi pembuatan kapal di salah satu satu shipyard di Batam, belum lama ini. f-abas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Tiga sektor utama menjadi penopang meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan pertama tahun 2018 sebesar 4,47 persen yang dipengaruhi industri pengolahan, konstruksi serta pertambangan dan penggalian.

Disusul perdagangan besar dan eceran, serta belanja pertanian, kehutanan dan perikanan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, capaian ini merupakan permulaan yang baik dalam rangka pembangunan 2018.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kepri, Zunadi mengatakan, Perekonomian Kepri triwulan pertama 2018 dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar 4,47 persen. Tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan triwulan pertama 2017 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 2,57 persen.

Pertumbuhan tertinggi year on year pada triwulan pertama 2018 dicapai oleh industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan tertinggi sebesar 1,65 persen, diikuti konstruksi sebesar 0,91 persen, dan pertambangan dan penggalian sebesar 0,62 persen.

Sedangkan perekonomian Pulau Sumatera pada triwulan I-2018 (yon-y) tumbuh sebesar 4,37 persen. Sementara itu, pertumbuhan (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -0,68 persen.

Struktur perekonomian Pulau Sumatera secara regional pada triwulan ini masih didominasi oleh Provinsi Riau sebesar 23,19 persen, diikuti Sumatera Utara sebesar 22,90 persen, dan Sumatera Selatan sebesar 12,86 persen. Sedangkan Kepri menempati posisi kelima dengan share sebesar 7,85 persen.

Struktur ekonomi Kepulauan Riau triwulan I-2018 menurut pengeluaran didominasi oleh PMTB sebesar 42,67 persen diikuti oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 39,80 persen.

Net Ekspor sebesar 13,98 persen; dan Konsumsi Pemerintah sebesar 3,03 persen. Adapun komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT dan Perubahan Inventori kurang dari 1 persen. Ketua Komisi dua bidang Perekomonian dan Keuangan DPRD Kepri Hotman Hutapea mengaku, bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tumbuh di angka 4 persen di triwulan pertama, 60 persen berasal dari aktivitas pengolahan industri di Kota Batam.

Di samping itu juga, dirinya menambahkan, dengan tumbuhnya capaian angka di atas 4 persen tersebut, sebagai bentuk keberhasilan Gubernur Nurdin mendorong keterpurukan pertumbuhan ekonomi dimana tahun sebelumnya Kepri, terdapat perlambatan yang sangat patal.

”Otomatis, dengan pertumbuhan 4.47 persen ini posisi yang sebelumnya nomor dua paling akhir, sekarang peringkat 29 dari 33 provinsi lainnya di seluruh Indonesia,” terang Hotman.

Sebelumnya, Hotman memaparkan, pada triwulan pertama tahun 2017, capaian pertumbuhan ekonomi Kepri 2,02 persen atau peringkat 33 setelah Riau. Capaian ini, tentu akan semakin baik, jika ke depan pemerintah bisa memanfaatkan berbagai sumber infrastruktur yang saat ini belum sama sekali dikelola.

”Kelola lah segera infrastruktur lainnya, jamin pasti akan jauh lebih baik lagi,” saran Hotman.

Tak hanya Hotman, anggota komisi dua lainnya, Rudy Chua menambahkan, capaian 4,47 persen itu merupakan suatu pencapaian yang baik. Akan tetapi, pemerintah diharapkan tidak berpuas diri dengan hasil tersebut karena masih jauh dari prestasi yang pernah dicapai Kepri masa lalu.

”Saran kami, Pemda perlu meningkatkan kemudahan perizinan dan memperbaiki infrastruktur yang ada, apalagi saat ini kita menghadapi persaingan dalam menarik investasi bukan saja dengan luar seperti Vietnam, Tiongkok, tetapi kita juga harus bersaing keras dengan provinsi lainnya, untuk merebut investasi,” papar Rudi. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here