Ekonomi Lesu, Kurban se-Kepri Meningkat

0
371

7.620 Hewan Disembelih

SENGGARANG – Meski ekonomi Kepri lesu tahun ini, namun niat untuk berkurban tetap tinggi. Bahkan, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu. Berdasarkan data dari Kanwil Kemenag Kepri, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun 2016 lalu 7.576 ekor baik itu sapi dan kambing.

Tahun 2017 ini, jumlah hewan kurban yang disembelih 2.852 ekor dan kambing 4.767 ekor. Total keseluruhan 7.620 ekor. Terjadi peningkatan 44 ekor dibandingkan tahun lalu. Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal menyampaikan, animo masyarakat muslim untuk menyembelih hewan kurban tahun 2017 ini tetap meningkat dibandingkan 2016 lalu.

Dari data yang ia terima lebih kurang 2.852 sapi dan 4.767 kambing yang disembelih rata-rata pada Sabtu (2/9) atau H+2 Hari Raya Idul Adha hingga Minggu (3/9) kemarin. ”Hampir seluruh kabupaten dan kota, melaksanakan penyembelihan pada hari Sabtu atau hari kedua lebaran. Mungkin karena alasan Jumat, waktu yang sempit,” ujarnya, kemarin.

Menurut data yang ia sampaikan, daerah paling banyak memotong hewan kurban yakni Kota Batam dengan jumlah 881 sapi serta 3.802 kambing disusul Kota Tanjungpinang 554 sapi dan 384 kambing. Dan yang paling sedikit Kabupaten Kepulauan Anambas dengan 120 ekor sapi dan 5 kambing.

Dibanding dengan data 2016 lalu, animo melakukan pemotongan hewan kurban ini, 2.828 sapi sedangkan kambing 4.748 ekor. ”Ada peningkatan sedikit, ya kita bersyukur semoga niat berkurban ini tidak hanya seremonial, melainkan jadi amal ibadah dan ikhlas kepada Allah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Marwin menyampaikan Kemenag Kepri berhasil mengumpulkan sebanyak empat ekor sapi yang disumbangkan oleh pegawainya. Hewan kurban yang ia serahkan saat Idul Adha, langsung diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang bertempat tinggal di Kampung Rawa Bangun Jalan Pepaya Km. 16 Toapaya Bintan, Ketua RT 09 RW 03. ”Ini wujud kepedulian sosial pegawai dan karyawan Kanwil Kemenag Kepri kepada masyarakat sekitar,” kata H. Marwin Jamal. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here