Ekonomi Tumbuh 5% Sangat Realistis

0
832
SALAH satu perusahaan shypiard di Batam membangun kapal, beberapa waktu lalu. Pertumbuhan ekonomi Kepri 2018 ditargetkan 5 persen.f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 4,5 hingga 5 persen dianggap masih realistis. Apalagi Kepri pernah mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen tahun 2014 lalu.

Untuk mencapai angka ini, banyak hal yang bisa dilakukan. Apalagi tahun 2017, sudah ada trend positif kalau ekonomi Kepri akan lebih baik tahun 2018 nanti. Pengamat Ekonomi Kepri yang juga dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Rafky Rasyid, mengatakan, semangat yang ditunjukkan Gubernur Kepri bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi 2018 ini diharapkan bisa menciptakan situasi aman ekonomi Kepri ke depan.

Menurutnya, dengan perintah tegas dari Gubernur agar masing-masing kepala OPD Pemprov Kepri cepat melaksanakan lelang proyek pembangunan, tentu akan memberikan dampak positif.

BP Batam sendiri memberikan insentif pengurangan UWTO kepada sektor galangan kapal. Ini positif untuk mendorong sektor ini bangkit setelah beberapa tahun terpuruk akibat minimnya orderan kapal.

Lalu infrastruktur yang dibangun beberapa tahun belakangan ini juga sudah banyak yang selesai. Manfaat infrastruktur yang dibangun akan membawa dampak positif untuk perbaikan pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Baca Juga :  Koperasi Mesti Bermanfaat bagi Anggota dan Lingkungan

Perbaikan pertumbuhan ekonomi Kepri sudah bisa terlihat pada dua triwulan terakhir tahun 2017 yang lalu. Transformasi Kota Batam dari sebelumnya bertumpu pada industri manufaktur ke pariwisata juga bisa menjamin pertumbuhan ekonomi Batam akan membaik di tahun 2018. Namun Pemko Batam tentu saja harus menggenjot lagi kreativitasnya menggaet wisatawan ke Batam.

Tahun 2017 yang lalu jumlah wisman yang berkunjung ke Batam masih relatif kurang dan waktu berkunjung yang relatif singkat. Batam harus memikirkan cara kreatif agar wisatawan betah dan senang berkunjung ke Batam.

”Misalnya, membuka penerbangan langsung ke Korea Selatan adalah langkah bagus,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (5/1) di Tanjungpinang.

Tapi tentu saja kondisi pariwisata di Batam sendiri harus terus ditingkatkan kualitasnya. Selesainya Mall Pelayanan Publik di Batam juga akan mendorong investasi. Hal ini juga berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri.

Baca Juga :  Letkol Wardhana Jadi Dandim Batam

Industri di kawasan Lobam Bintan sendiri juga sudah mulai menggeliat pada akhir tahun 2017 kemarin. Ditambah dengan kawasan Lagoi yang masih terus berbenah untuk mendatangkan wisatawan akan memperkokoh perekonomian Kabupaten Bintan.

”Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang sebaiknya digenjot agar bisa langsung beroperasi tahun 2018 ini. Jadi bisa menimbulkan multiplier effect pada daerah sekitarnya,” sarannya.

Untuk Tanjungpinang, tahun ini akan berkonsentrasi pada Pilwako. Namun hal ini tidak akan begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri. Karena kontribusi ekonomi Tanjungpinang terhadap Kepri relatif kecil.

Sedangkan Kabupaten Karimun, Anambas, Lingga dan Natuna ekonominya relatif stabil. Karimun bisa menjadi salah satu penopang pertumbuhan Ekonomi Kepri yang kuat.

Tahun 2017 lalu banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Karimun sebagai alternatif dari Batam. Jadi angka pertumbuhan ekonomi 4-5 persen cukup realistis.

Dengan catatan semua stakeholders yang berkepentingan saling mendukung untuk mencapai itu. Jangan lagi ada pertentangan kelembagaan yang membuat investor kebingungan dan ragu untuk berinvestasi di Kepri.

Baca Juga :  Blangko KTP-el Mulai Dicetak

Ancaman tentu ada, Rafki menjabarkan, untuk ekonomi Kepri tahun ini kebanyakan akan datang dari luar. Kondisi ekonomi dunia masih relatif kurang stabil akibat ancaman perang AS dengan Korut dan permasalahan Palestina-Israel.

Jika perekonomian global menurun maka akan berdampak langsung ke perekonomian di Kepri. Kelemahan mendasar di Kepri masih soal lahan dan lambatnya realisasi pelaksanaan APBD. Batam sudah membuat terobosan dengan melelang proyek di akhir tahun 2017 kemarin.

Langkah berani ini harus diikuti kepala daerah lainnya agar proyek pembangunan bisa dilaksanakan di awal tahun 2018. ”Semakin cepat proyek APBD dilaksanakan maka akan semakin baik bagi perekonomian. Karena setiap proyek APBD itu pasti memiliki nilai tambah dan multiplier effect terhadap perekonomian,” bebernya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here