Eksepsi Batal Diajukan, JPU Panggil Para Saksi

0
37
Nasrun DJ mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri. f-raymon.tanjugnpinang pos

Sidang Kedua Terdakwa Nasrun DJ

TANJUNGPINANG – Nasrun DJ (57) terdakwa pembunuh janda muda Supartini (37) kembali duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (14/11). Sidang kemarin merupakan sidan kedua, sebelum sidang perdana, Rabu (7/11). Saat sidang kemarin, ia memakai baju kotak-kotak, memakai peci dan terlihat lesu.

Pada sidang kemarin, penasehat hukum Nasrun DJ batal mengajukan eksepsi atas dakwaan yang di bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nolly Wijaya. Sidang kembali di lanjutkan Minggu depan JPU panggil para saksi.

Sidang kedua di buka ketua majelis hakim Edward Sihaloho yang didampingi anggota Ramauli Purba dan Corpioner. Majelis Hakim mempertanyakan soal eksepsi yang akan dibacakan oleh penasehat hukum terdakwa, namun Harjo salah satu PH terdakwa mengatakan setelah berkoordinasi dengan terdakwa bahwa mereka tidak mengajukan eksepsi.

”Kami tidak jadi mengajukan eksepsi,” ujarnya.

Ketua majelis hakim memerintahkan, JPU untuk menghadirkan para saksi-saksi untuk persidangan selanjutnya. Dan, hakim menunda persidangan selama satu minggu ke depan. ”Jadi ada berapa orang saksi yang akan dihadirkan dipersidangan,” tuturnya.

Noly Wijaya menyebutkan, sebanyak lima orang saksi akan dipanggil pada persidangan yang akan datang. Diantaranya keluarga korban, SAR Tanjungpinang dan anggota Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. ”Mereka yang membantu evakuasi jasad korban di sungai pada saat di temukan,” jelasnya.

Supartini (37), korban pembunuhan ditemukan dengan kondisi mengapung di bawah Jembatan Sei Wacopek, Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Minggu (15/7) lalu. Saat ditemukan, separuh badan korban yang mengenakan jilbab warna merah itu, dari pinggang hingga kepala, dimasukkan dalam karung warna putih sehingga yang terlihat hanya bagian kaki.

Supartini dihabisi Nasrun DJ (57), dengan menggunakan kayu balok di kebun milik almarhum mertuanya, dekat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jalan Ganet RT 01/RW 08 Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Jumat (13/7) sekitar pukul 20.30. Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP subsidiair pasal 338 KUHP.

Usai membunuh, terdakwa sempat melayat ke rumah korban. Bahkan terdakwa juga sempat menghadiri pembukaan kejuaraan bulutangkis yang digelar Kejati Kepri, sebelum ia terciduk sebelum ingin melarikan diri. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here