Ekspektasi dan Realita Penegakan HAM di Indonesia Zaman Now

0
2930
Ade Kurnia Susanto Putri

Oleh: Ade Kurnia Susanto Putri
Mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi Negara UMRAH, Tanjungpinang

Hak Asasi Manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari Tuhan, mencangkup hak hidup, hak kemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu. Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari Tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri.

Dalam perjalanan kehidupan manusia, hak asasi manusia digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu: hak asasi pribadi, hak asasi politik, hak asasi hukum, hak asasi ekonomi, hak asasi peradilan, dan hak asasi sosial budaya.

Demi menegakkan hak asasi manusia yang dimiliki oleh warga negara Indonesia, pemerintah perlu melakukan beberapa upaya guna menjaga dan melindungi hak asasi warga negaranya sebagai salah satu bentuk penerapan tujuan pemerintah yang berdaulat ke dalam dan keluar.

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menegakkan HAM bagi warga Indonesia seperti penegakan melalui undang-undang, pembentukan komisi nasional, pembentukan pengadilan HAM, dan penegakan melalui proses pendidikan.

Dalam penegakan HAM di Indonesia perangkat ideologi Pancasila dan UUD 1945 harus dijadikan acuan pokok, karena secara terpadu nilai-nilaidasar yang ada di dalamnya merupakan The Indonesia Bill Of Human Right.

Untuk menegakkan hukum dan hak asasi manusia telah dibuat Undang-undang yang mengatur soal pelanggaran HAM berat adalah UU No.26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM.

Ekspektasi dari upaya pemerintah untuk menegakkan HAM di Indonesia yaitu untuk menjaga dan melindungi hak yang terdapat pada orang lain yang tertanam sejak lahir yang diberikan oleh YME. Menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang menjunjung tinggi HAM dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Tetapi realita yang terjadi saat ini berbeda dengan ekspektasi yang ada. Karena masih terdapat pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia hingga saat ini.

Dengan dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang HAM dan juga terdapat sanksi hukuman bagi yang melanggarnya tidak, dapat dipungkiri masih banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi. Ada 2 (dua) faktor yang mendukung terjadinya pelanggaran HAM yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor internal berarti adanya dorongan seseorang untuk melakukan pelanggaran HAM yang berasal dari dalam diri pelaku pelanggaran HAM. Seperti ego yang tinggi dan selalu mementingkan diri sendiri, Kesadaran akan HAM rendah, dan kurangnya sikap toleransi.

Sedangkan faktor eksternal, yaitu faktor di luar diri manusia yang mendorong seseorang atau sekelompok orang melakukan pelanggaran HAM. Faktor- faktornya yaitu penyalahgunaan kekuasaan, ketidaktegasan aparat penegak hukum, teknologi yang disalahgunakan, kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi.

Effendy seorang pakar hukum beranggapan” Kurang dan tipisnya rasa tanggung jawab.” Kurang dan tipisnya rasa tanggung jawab saat ini sudah sangat melekat dalam masyarakat. Saat ini sudah banyak orang yang menyepelekan tanggungjawabnya dan selalu menuntut haknya untuk dituruti.

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya koruptor dan suap menyuap di negeri ini. Hawa nafsu seakan-akan melalaikan segalanya, bahkan terkadang mengakibatkan sebuah pelanggaran HAM yang tentu merugikan banyak pihak. Sebagai generasi bangsa yang baik, tidak seharusnya kita melakukan pelanggaran HAM.

Diperlukan niat dan kemauan yang serius dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan elit politik agar penegakan hak asasi manusia berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Sudah menjadi kewajiban bersama segenap komponen bangsa untuk mencegah agar pelanggaran hak asasi manusia tidak terulang lagi.

Untuk mencegah sebuah pelanggaran HAM, diperlukan adanya peran serta dari berbagai pihak. Baik itu masyarakat maupun pemerintah. Adapun tindakan upaya pencegahan pelanggaran HAM yang dapat kita lakukan yaitu dengan cara mepelajari, memahami dan menerapkan pentingnya Hak Asasi Manusia dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkan pentingnya HAM dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari perbuatan yang baik.

Semoga upaya penegakan hak asasi manusia bergerak ke arah positif sesuai harapan kita bersama. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here