Ekspor Batam Naik 987 Juta Dolar AS

0
57
AKTIVITAS bongkar muat barang di Pelabuhan Batuampar sebagai salah satu pintu ekspor Kepri. F-istimewa.
Nilai ekspor Batam Januari sampai Mei 2019 mengalami penurunan dibanding tahun 2018. Sedangkan periode yang sama tahun 2019, nilai ekspor Batam, 3,83 miliar dolar AS.

BATAM – Kepala BPS Batam, Rahyudin mengungkapkan, total ekspor Mei 2019, sebesar 987,48 juta dolar AS, naik 12,71 persen (yoy). Namun nilai itu ekspor non migas sekitar 676,47 juta dolar AS, turun 8,71 persen. Ekspor ke Singapura 554,66 juta dolar AS, Amerika Serikat 86,97 juta dolar AS dan Kazakhstan 4,45 juta dolar AS.

”Sementara total ekspor Januari sampai Mei 2019, ekspor ke Singapura, 1,39 miliar dolar AS, Amerika Serikat, 0,16 miliar dolar AS dan Kazakhstan, 0,11 miliar AS,” terangnya.

Dijelaskan, nilai ekspor melalui pintu keluar Batam, berasal dari Provinsi Kepri dan Jambi. Di mana, Mei 2019 ini, asal barang dari Jambil sekitar 31,60 persen dan Kepri sebesar 68,40 persen.

”Secara total, Januari sampai Mei 2019, ada juga dari Riau 0,03 persen, Kalsel 0,76 persen dan Jambi 29,89 persen. Sementara dari Kepri, 69,31 persen. Berasal dari Jambi itu, 312 juta dolar AS ,” ungkap dia.

Ekspor itu diakui keluar melalui lima pelabuhan. Masing-masing ada pelabuhan Batuampar, Belakang Padang, Sekupang, Kabil/Panau dan Pulau Sambau. Dimana, Batuampar sebagai pintu keluar menyumbang ?956,45 juta dolar AS, Belakang Padang 767,23 juta dolar AS.

”Sekupang 510,71 juta dolar AS, Kabil/Panau 326,09 juta dolar AS, tapi dari Sambau tidak ada,” jelasnya.

Rahyudin mengatakan, nilai ekspor tahun 2019 turun 32,94 persen dibanding tahun 2018. Di mana, pada periode yang sama tahun lalu, nilai ekpor non migas sebanyak 3,24 miliar dolar AS dan tahun ini turun menjadi 1,8 miliar dolar AS, atau turun 44,45 persen.

”Dari sektor migas yang naik dari Januari sampai Mei 2019. Periode sama tahun lalu, migas menyumbang 0,59 miliar dolar AS dan tahun ini, 0,77 milar dolar AS. Jadi naik 30,46 persen disektor itu,” beber dia.

Diakui, pada tahun ini share ekspor non migas terbesar dari Januari sampai Mei 2019, diperolehd ari mesin atau peralatan listrik, 0,54 miliar dolar AS dan mesin-mesin/pesawat mekanik 0,24 miliar dolar AS.

”Ekspor non migas menyumbang 70,1 persen dari total ekspor Januari sampai Mei 2019,” ujarnya.

Pada periode Januari sampai Mei 2019 ini, industri pengolahan turun 16,14 persen dengan sumbangsih 1,74 miliar dolar AS. Kemudian Migas 767,27 juta dolar AS, pertanian 34,08 miliar dolar AS dan tambang, 19,01 miliar dolar AS.

”Secara persentase, tambang 0,74 persen, pertanian 1,33 persen, industri 68,04 persen dan Migas 29,9 persen,” imbuh Rahyudin.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here