Ekspor Bauksit Diberi Waktu Lima Tahun

0
1088
SMELTER: Pembangunan kawasan smelter pengolahan bauksit di Galang Batang, sedang digesa. F-YENDI/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – PENGUSAHA sudah bisa melakukan ekspor bauksit secara langsung, berdasarkan Permen ESDM nomor 5/2017 dan nomor 6/2017. Namun, ekspor bijih bauksit tanpa pengolahan itu hanya diberi waktu lima tahun. Ekonomi masyarakat Bintan bakal bergairah lagi.

”Permen itu mengatur tentang mempermudah ekspor bahan mineral seperti bauksit. Termasuk proses kelembagaan untuk mendapatkan perizinannya. Tapi, ekspor itu diberi waktu lima tahun. Sampai ada smelter,” kata Hasriawadi, anggota DPRD Bintan, baru-baru ini.

”Kita berharap secepatnya pemerintah provinsi dan pusat, untuk merealisasikan kebijakan ini. Biar ekonomi masyarakat bergairah lagi. Cuma sekarang ini, lahan potensi bauksit banyak yang berubah statusnya. Ini jadi kendala,” sambungnya, Jumat (6/10) kemarin.

Baca Juga :  RSUD Bintan Sediakan Fasilitas Laundry

Kasi Teknik dan Lingkungan Pertambangan Mineral Dinas ESDM Kepri Reza Muzzamil Jufri menyatakan, selama ini aktivitas tambang bauksit bukan mati suri. Tapi, pengusaha tidak bisa menambang, karena terhambat regulasi. Tapi sekarang, sudah dikeluarkan Permen ESDM nomor 5/2017 dan nomor 6/2017, yang memberikan kelonggaran ekspor terhadap mineral mentah, selama 5 tahun sejak Januari 2017 lalu.

”Bukan tidak mungkin, pengusaha tambang di Kepri mulai mengatur strategi, untuk melakukan aktivitas tambang, yang hasil olahan mentah mereka dijual keluar negeri. Permen ini hanya berlaku 5 tahun. Namun dalam waktu 5 tahun itu, pengusaha diminta komitmen membangunan smelter,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Desak Pengoperasian Air Mancur Taman Kijang

Dalam waktu dekat, kewenangan Pemprov Kepri terhadap aktivitas bauksit di daerah ini, akan disampaikan ke Gubernur Kepri. Untuk meminta penegasan soal kewajiban melakukan pascatambang.

”Dalam kurun waktu dua tahun, pengusaha ini harus sudah melakukan penataan lahan pascatambang. Tapi kenyataanya, sampai saat ini masih banyak yang belum mengerjakan,” ungkap Reza.

Saat ini, ada 56 perusahaan yang sudah membayar dana pascatambang dan tersurvei oleh Pemprov Kepri, lewat bank daerah. Perusahaan tersebut terdiri dari, 17 Perusahaan di Kabupaten Bintan, 14 di Tanjungpinang, dan 13 perusahaan di Karimun. Sementara, di Kabupaten Lingga berjumlah 11 perusahaan, dan Natuna 1 perusahaan.

Baca Juga :  Lima Negara Ikuti Festival Layang-Layang di Bintan

”Dari jumlah perusahaan yang tercatat itu, hanya 6 perusahaan yang masih memiliki izin aktif untuk menambang bauksit. Sementara sisanya izinnya sudah mati,” kata Reza.(YENDI-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here