Ekspor Bauksit Mulai Jalan

0
2792
AKTIVITAS TAMBANG: Aktivitas tambang bauksit di Tanjungpinang, sebelum ada larangan ekspor biji bauksit mentah.f-dok/tanjungpinang pos

Geliat ekonomi di Pulau Bintan akan bergerak perlahan seiring dengan mulai jalannya ekspor bauksit. Namun, baru satu perusahaan yang melakukan ekspor bauksit yakni PT. Gunung Bintan Abadi (GBA).

TANJUNGPINANG – SEJAK keran ekspor bauksit ditutup tahun 2014 lalu, seluruh perusahaan pertambangan di Indonesia tiarap termasuk di Kepri. Kini, ekspor bauksit sudah dilakukan PT GBA dengan lokasi penambangan di Desa Tembeling, Bintan.

Perusahaan ini telah mengantongi IUPOP sesuai Surat Keputusan Gubernur Kepri nomor 948/KPTS-18/V/2017 tanggal 10 Mei 2017.

Menteri ESDM dan Mendag RI telah menunjuk perusahaan GBA nomor 005/GBA-SGAR/Januari 2018, mengeluarkan rekomendasi kepada perusahaan Su Meng Liang ini beroperasi di wilayah Tembeling, Bintan.

Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Sodikin mengatakan, izin operasi penambangan bauksit di Tembeling Kabupaten Bintan oleh PT Gunung Bintan Abadi telah memiliki izin lengkap.

Baca Juga :  ShopeePay-MyTelkomsel Permudah Pembayaran digital

”Kita tidak tahu siapa pemilik PT tersebut, mereka mengurusnya melalui online dan pengurusannya juga tidak lama asalkan semua persyaratan lengkap,” katanya, Jumat (25/5).

Sodikin menyebutkan, sebelum loading berjalan juga telah dirapatkan dengan instansi terkait. Untuk kontribusi penerimaan ke negara dengan adanya ekspor bauksit ini tarifnya sebesar 10 persen dari jumlah yang akan dikirim. ”Jumlahnya berbeda beda karena dihitung dari kurs,” sebutnya.

Ia melanjutkan, saat ini bauksit masih loading. Pihaknya belum bisa menghitung berapa yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada negara. ”Kami akan sampaikan nantinya berapa kontribusi penerimaan dari tambang bauksit setelah berapa jumlah loading tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, untuk tujuan ekspor tambang bauksit PT Gunung Bintan Abadi ini diekspor ke Cina dan sampai saat ini baru satu perusahaan yang beroperasi. ”Dari Tembeling bauksit dibawa ke tengah laut, kapal yang membawa ke Cina sudah standby di laut,” tuturnya.

Baca Juga :  Melintas dari Depan Tepilaut

Untuk mengantisipasi kecurangan pada jumlah loading bauksit tersebut, menurutnya, ada petugas dari pihak Bea Cukai mengawasi loading bauksit ke kapal sehingga bea masuk ke kas negara tidak ada kecurangan. ”Insya Allah kita awasi setiap akan dilakukan loading,” ujarnya.

Pasca berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat (mineral yang sudah diolah tetapi belum sampai tahap pemurnian) per 11 Januari 2017, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 (PP 1/2017), Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 (Permen ESDM 5/2017), dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017 (Permen ESDM 6/2017).

Aturan baru ini dinilai membuka kembali keran ekspor beberapa komoditas mineral mentah yang sebelumnya ditutup pada 11 Januari 2014. Permen ESDM 5/2017 membuka peluang ekspor bijih nikel dengan kadar di bawah 1,7 persen (kadar rendah) dan bauksit yang telah dicuci (washed bauxite) dengan kadar A12O3 lebih dari 42 persen yang tidak terserap oleh smelter (fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral) di dalam negeri

Baca Juga :  Pimpinan Demokrat Kepri Berduyun-duyun ke Singapura Melayat Ani Yudhoyono di KBRI

Kegiatan ekspor bauksit sesuai dengan Peraturan Pemerintah PP nomor 1 tahun 2017. Sesuai Peraturan Menteri Nomor 5 dan 6 yang menyatakan izin ekspor bauksit tersebut dikeluarkan asalkan ada komitmen perusahaan untuk membangun smelter dalam kurun waktu 5 tahun.

Namun jika belum memiliki smelter, perusahaan bauksit juga dapat melakukan ekspor bauksit namun dengan cara menjualnya ke perusahaan yang memiliki kuota ekspor.
Selain PT GBA, PT Lobindo merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang juga memiliki izin ekspor dan diberi kuota 1,5 juta ton. Sedangkan PT GBA diberi kuota 1,6 juta ton. Kuota ini tergolong kecil.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here