Ekspor Kepri Capai Rp 123 Triliun

0
703
PETI KEMAS: Sejumlah peti kemas di Pelabuhan Batuampar Batam siap untuk diekspor. Pelabuhan ini menyumbang ekspor-impor terbesar di Kepri. f-martunas/tanjungpinang pos

Periode Januari-September 2017

Nilai ekspor Kepri selama sembilan bulan (Januari-September) 2017 naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu.

TANJUNGPINANG – BERDASARKAN data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, nilai ekspor Kepri Januari-September 2017 sekitar US$ 9.103,69 juta atau Rp 123,34 triliun dengan kurs Rp 13.550 per US dolar (kurs sesuai data Bank Indonesia, kemarin).

Jika dibandingkan dengan total ekspor kumulatif Januari-September 2016 mengalami kenaikan sebesar 10,06 persen. Tahun 2016, ekspor Kepri di periode yang sama sekitar US$ 8.271,35 juta atau sekitar Rp 112,07 triliun.

Masih data dari BPS, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2017 mencapai US$ 123,36 miliar atau sekitar Rp 1.671,528 triliun.

Jumlah ini meningkat 17,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$ 111,89 miliar atau meningkat 17,27 persen.Nilai ekspor Indonesia pada September 2017 tercatat mencapai US$ 14,54 miliar atau menurun 4,51 persen dibanding ekspor Agustus 2017. Sementara dibanding September 2016 meningkat 15,60 persen.

Ekspor nonmigas Indonesia September 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 1,89 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,46 miliar, dan Jepang US$ 1,31 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,57 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,31 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-September 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 21,51 miliar (17,43 persen), diikuti Jawa Timur US$ 13,75 miliar (11,14 persen), dan Kalimantan Timur US$ 12,83 miliar (10,40 persen)

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kepri, Rahmad Iswanto menyampaikan, ekspor Provinsi Kepri pada September 2017 dibanding Agustus 2017 naik sebesar 9,69 persen, yaitu dari US$ 991,46 juta menjadi US$1.087,57 juta.

Kenaikan nilai ekspor September 2017 disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas migas sebesar 32,16 persen dan nonmigas sebesar 0,87 persen.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan sebesar 12,69 persen, yaitu dari US$ 965,13 juta menjadi US$ 1.087,57 juta.

Naiknya nilai ekspor September 2017 dibanding September 2016 disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas migas sebesar 91,83 persen.

Selama bulan Januari-September 2017 komoditas ekspor nonmigas Provinsi Kepri yang nilai ekspornya terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) yaitu sebesar US$1.943,78 juta, dengan peran sebesar 29,94 persen.

Kemudian mesin mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$989,16 juta (15,24 persen); minyak dan lemak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$795,69 juta (12,26 persen).

Berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$323,88 juta (4,99 persen), benda-benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar US$321,72 juta (4,96 persen).

Kokoa/cokelat (HS 18) sebesar US$212,09 juta (3,27 persen), perangkat optik (HS 90) sebesar US$189,68 juta (2,92 persen), kapal laut (HS 89) sebesar US$137,51 juta (2,12 persen), timah (HS 80) sebesar US$134,99 juta (2,08 persen) serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar US$127,94 juta (1,97 persen).

Sementara itu, nilai ekspor komoditas ikan dan udang (HS 03) September 2017 yaitu sebesar US$1,74 juta, mengalami penurunan sebesar 0,31 persen jika dibanding dengan Agustus 2017.

Begitu juga ketika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2016, yaitu mengalami penurunan sebesar 6,16 persen.

Komoditas ikan dan udang Januari-September 2017 mengalami penurunan sebesar 3,69 persen bila dibandingkan Januari-September 2016 dengan sumbangan 0,24 persen terhadap total ekspor Provinsi Kepri Januari-September 2017.

Nilai impor Kepri September 2017 mencapai US$766,91 juta, terdiri dari impor migas sebesar US$107,99 juta dan impor nonmigas sebesar US$658,92 juta.

Nilai impor Kepri September 2017 mengalami penurunan sebesar 1,86 persen dibanding impor Agustus 2017. Penurunan impor bulan September 2017 disebabkan oleh turunnya impor komoditas migas sebesar 48,65 persen.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kepri mengalami kenaikan sebesar 17,84 persen, yaitu dari US$650,82 juta menjadi US$766,91 juta.

Kenaikan nilai impor September 2017 dibanding September 2016 disebabkan oleh naiknya impor komoditas non migas sebesar 23,22 persen. Total impor kumulatif bulan Januari-September 2017 Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar US$6.183 juta.

Jika dibanding dengan total impor kumulatif Januari-September 2016 mengalami kenaikan sebesar 5,41 persen, yaitu dari US$5.865,53 juta menjadi US$6.183 juta. Naiknya nilai impor Januari-September 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh naiknya impor kumulatif migas sebesar 50,70 persen.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here