Ekstrem, Barang ke Bintan Dipasok dari Sri Payung

0
955
PELABUHAN: Kapal barang membongkar muatan sembako di pelabuhan Sripayung Batu 6. Sebagian untuk dipasok ke Bintan. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Cuaca ekstrem terus menghambat pelayaran kapal di Tanjungpinang dan Bintan. Namun, kapal barang (kargo) tetap beraktivitas melakukan bongkar muat, di pelabuhan KSOP Sripayung Batu Enam untuk pasokan ke daerah pulau, di Bintan.

Meski cuaca ekstrem, sedikitnya ada delapan kapal pengangkut barang yang bersandar dan membongkar muatannya di pelabuhan Sripayung, Selasa (14/2) lalu. Sebagian isinya material bangunan, ada juga pengangkutan kendaraan, dan banyak jenis bahan pokok yang dibongkar. Dibandingkan beberapa waktu sebelumnya, aktivitas kapal yang membongkar muat barang semakin meningkat.

”Iya mas, aktivitas pelabuhan Sripayung semakin padat. Karena, ini pelabuhan pintu masuk barang dari berbagai daerah ke Tanjungpinang. Hampir semua jenis barang yang masuk ke Tanjungpinang melewatin pelabuhan ini,” kata Yansen Marlan, seorang petugas Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Sripayung Batu Enam Tanjungpinang, yang mengawasi aktivitas bongkar muat itu.

Tidak hanya bahan pokok dari luar daerah yang dibongkar melalui pelabuha Sripayung. Sejak beberapa bulan terakhir, bahan material bangunan yang dibongkar melalui pintu masuk pelabuhan ini, jauh meningkat. Ini sejalan dengan pertumbuhan properti di Tanjungpinang, sebagai ibu kota Provinsi Kepri.

”Hari ini (Selasa lalu), memang ada kapal yang lagi bongkar muat. Walaupun cuaca ekstrem, kami tetap memberikan izin bagi kapal yang besar, untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan Sripayung ini,” ujar Yansen.

Yansen Marlan menjelaskan, pelabuhan KSOP Sripayung Batu Enam melayani bagi pengusaha dan distributor untuk pengiriman barang internasional maupun dalam negeri.

Cukup banyak kapal kargo dengan bobot 1.000 ton dari Jakarta yang bongkar muat di pelabuhan ini. Bahkan, pelayanan distributor barang juga diberikan kepada kapal antarpulau, termasuk ke wilayah Bintan.

Justru itu, ada seratusan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang mencari nafkah di pelabuhan ini. Itu belum termasuk operator craine dan sopir lori.

Di dalam memberikan pelayanan, Yansen mengatakan, pihak KSOP akan memberikan izin kepada kapal yang sudah memiliki PBM, atau pengurusan bongkar muat barang. Biasanya, kapal akan antre sebelum bongkar muat.

Karena, kapasitas untuk bongkar pelabuhan di Sripayung ini maksimal 6 kapal yang bersandar, berukuran 1.000 ton. Biasanya, satu kapal besar itu memerlukan 5 sampai 7 hari untuk membongkar barang. Jika hujan, waktu bongkar muat akan sedikit lambat.

”Kan enggak mungkin barang sembako dibongkar saat hari hujan mas. Tapi pada intinya, kami tetap memberikan pelayanan yang prima. Agar arus barang lancar, dan pertumbuhan ekonomi meningkat,” demikian dijelaskan Yansen Marlan.

Cabai di Bintan Anjlok
Sri, seorang pedagang cabai di Pasar Baru Tanjunguban mengatakan, akibat harga cabai yang masih tinggi sejak 2 hari lalu, daya beli konsumen menurun. Banyak cabai yang busuk, akibat stok masih banyak. Sehingga, harga cabai turun drastis, Rabu (15/2) kemarin.

”Seperti cabai rawit, harganya Rp 60 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 80 ribu. Sedangkan harga cabai merah juga turun, dari Rp 60 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai hijau sudah turun menjadi Rp 25 ribu per kilogram, sejak 3 minggu terakhir ini,” sebutnya, Rabu (15/2) kemarin.

Dikatakannya, meski harga cabai sudah turun drastis sejak beberapa hari sebelumnya, namun jumlah pembeli masih sepi. Sehingga stok cabai masih sangat banyak di pasaran.

”Mungkin masyarakat menilai, harga cabai masih tinggi. Sehingga masih mengurangi konsumsi cabai,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Nur, pemasok cabai di Pasar Baru Tanjunguban. (fre/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here