ELB Rekanan Bright PLN Mulai Nikmati Gas Bumi

0
158

Konsumsi Naik Bertahap dari 3 ke 18 BBTUD 

BATAM – Perusahaan rekanan Bright PLN Batam, yang baru beroperasi di Tanjung Uncang, Batam, PT Energi Listrik Batam (ELB), mulai menikmati gas bumi. Gas bumi mulai dialirkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Batam, Rabu (10/9) dengan kapasitas 3 sampai 3,6 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Minggu (13/9) mengungkapkan penyaluran gas bumi, untuk mendukung ketersediaan daya listrik di kota industri, Batam. “ELB sudah dimasuki gas bumi. Tadi malam. Mulai pukul 00.00 WIB, gas in (gas masuk). Jadi sudah operasi,” kata Wendi.

Penjualan gas bumi di Batam, diharapkan dapat kembali meningkat, setelah sebelumnya sempat turun, akibat Covid-19. Dimana, akibat Covid-19, pelanggan PGN, terutama restoran dan hotel, mengalami penurunan konsumsi gas.

“Tapi jumlahnya tak separah daerah lain,” bebernya.

Diakui, penggunaan gas bumi di ELB, akan meningkat secara bertahap. Namun untuk tahap awal, penggunaannya masih sekitar 3 sampai 3,6 BBTUD. “Selanjutnya akan naik bertahap menjadi 15 sampai 18 BBTUD,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ustaz Cepot dan D’Masiv Meriahkan 1 Muharam

Corporate Secretary PLN Batam, Corsec Kishartanto mengatakan,  PT Energi Listrik Batam (ELB) merupakan mitra pihaknya. PT ELB merupakan independent power producer (IPP) untuk PLN Batam. “Mereka IPP kita juga. PT ELB menyediakan pembangkit dan kita menyuplay. Bukan sebuah kompetitor,” jelasnya.

Diakui, kehadiran PT ELB dimaksud untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Mereka juga harus memberikan listrik yang handal. “Kita harus menyediakan listrik yang 24 jam. Mereka membantu kita untuk mendukung industri, UMKM dan masyarakat,” bebernya.

PGN sendiri kini memberikan insentif bagi industri melalui penetapan harga gas bumi 6 dolar Amerika Serikat (USD), per MMBTU. Sebagaimana disampaikan Direktur Komersial PGN Faris Aziz, sesuai dengan Kepmen ESDM 89.K/2020, seluruh pelanggan yang termasuk dalam tujuh sektor industri tertentu, akan menikmati harga gas 6 dolar AS per MMBTU.

Harga itu berlaku wilayah Batam, Medan, Dumai, Jawa Bagian Barat (JBB), dan Jawa Bagian Timur (JBT). Realisasi alokasi gas yang disalurkan pada industri tersebut kurang lebih sebesar 270 BBTUD dari 380 BBTUD. 

Baca Juga :  Pembangunan Ikon Selfie Belakangpadang

Faris mengungkapkan, implementasi harga gas USD 6/MMBTU telah menunjukkan dampak positif pada sektor industri penerima manfaat. Saat ini, hampir semua pelanggan sektor industri sesuai Kepmen ESDM 89.K/2020, pada Semester II 2020 mulai rebound setelah adanya relaksasi dari pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi. 

“Konsumsi gas di sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan realisasi semester I tahun 2020, dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada tahun 2019 adalah sektor industri kaca, oleokimia, dan sarung tangan karet,” katanya.

Bahkan di bulan Agustus 2020 industri keramik dan kaca memperlihatkan pertumbuhan penyerapan volume gas yang cukup signifikan. Dari volume proporsional yang telah disalurkan, meliputi industri baja sebanyak 9,2%, kaca sebanyak 15,4%, keramik sebanyak 25,4%, oleokimia sebanyak 9,8%, petrokimia sebanyak 20,8%, pupuk sebanyak 18,9% dan sarung tangan karet sebanyak 0,5%.

“Pelanggan yang belum mendapatkan implementasi Kepmen ESDM 89.K/2020, PGN akan segera melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” sambung Faris.

Baca Juga :  STQ Kepri Diawali Pawai Taaruf

Diingatkan, implementasi harga gas USD 6 kepada pelanggan hilir sesuai daftar di Kepmen ESDM, dilaksanakan setelah penyelesaian penandatanganan seluruh LoA dengan produsen hulu/KKKS. LoA dengan pemasok di hulu yang sedang dalam tahap penyelesaian yakni dengan Triangle Pase Inc (TPI) akan digunakan untuk pemenuhan pasokan gas di wilayah Medan dengan volume ± 2 BBTUD.

“Prinsipnya, PGN langsung menyalurkan gas dengan harga tertentu kepada pelanggan yang telah sesuai dengan lampiran Kepmen ESDM 89.K/2020. Harga itu stimulus dalam produktivitas dan upaya pemulihan ekonomi setelah sempat menurun akibat pandemic COVID-19,” harapnya.

Faris berharap, melalui Kepmen itu dapat membantu memulihkan industri. “Sekaligus dapat meningkatkan konsumsi gas sehingga pemanfaatan gas bumi ini juga akan semakin optimum,” imbuh Faris.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here