Elpiji 5,5 Kg Bikin Warga Cemas

0
885
Desi Afrianty

Masyarakat makin cemas dengan munculnya tabung elpiji Bright 5,5 kg, yang tentu akan berdampak pada pembatasan kuota LPG 3 kg.

TANJUNGPINANG – Umumnya masyarakat kini menggunakan LPG 3 kg untuk kebutuhan memasak di dapur. Permintaan Elpiji 3 Kg ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Saat puasa dan lebaran, kebutuhan pemakain gas elpiji cendrung meningkat. Kuota tabung gas elpiji 3 kilogram di Tanjungpinang ada 509.673. Jumlah ini untuk distribusikan ke empat kecamatan.

Namun, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) menjamin pasokan elpiji gas 3 kilo aman selama puasa dan lebaran. Namun, masyarakat tetap was-was kalau gas subsidi bakal sulit diperoleh.

Disperdagin juga tidak merinci apa bentuk jaminan mereka bahwa pasokan gas elpiji 3 kg akan selalu aman di tengah masyarakat. Apalagi, PT Pertamina sudah mulai menarik sebagian tabung gas 3 kilogram dan diganti dengan tabung gas ukuran 5.5 kilogram.

Harga gas 5.5 kilo lebih mahal. Per tabungnya mencapai Rp 75 ribu. Sedangkan harga gas 3 kilo per tabungnya hanya Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung. Selisih harga cukup besar.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty mengaku pihaknya menjamin tidak ada kelangkaan tabung gas 3 kilo sambut puasa dan lebaran.

Pasalnya, pasokan LPG 3 kilo mengalami kenaikan yang cukup signifikan di tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 lalu. ”Masyarakat jangan khawatir dengan pasokan LPG 3 kilo. Kita jamin pasokan LPG 3 kilo ini, aman,” Desi Afrianty kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (20/4).

Kata Desi, tahun 2018 ini pasokan LPG 3 kilo mencapai 509.673 tabung. Pasokan LPG 3 kilo didistribusikan oleh tiga agen LPG di Tanjungpinang. Ada PT Bumi Kharisma Pratama sebanyak 163.520 tabung LPG 3 kilo, PT Mulia Bintan Sejahtera memiliki 181.123 tabung, dan PT Adri Jasya Sakti sebanyak 165.030 tabung. Bila dibandingkan stok atau kuota tabung gas tahun lalu dengan sekarang, terjadi peningkatan cukup signifikan. Tahun lalu, pasokan tabung gas ukuran 3 kilogram mencapai 466.332 tabung. ”Ada penambahan kuota tabung gas tahun ini mencapai 43.371 tabung gas dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Wajar saja, kata Desi, kalau kuota LPG 3 kilo tidak memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, jumlah penduduk di Tanjungpinang, makin lama bertambah. Ditambah lagi dengan berkembangnya hingga bertambahnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ”Tapi, alhamudillah dengan kuota yang ada masih bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat kita saat ini,” terangnya.

Ia mengajak masyarakat untuk melapor ke Disperdagin Kota Tanjungpinang bilada menemukan temuan tentang permasalahan pendistribusian LPG 3 kilo di Kota Tanjungpinang. ”Agar kami bisa menindak lanjuti permasalahan itu. Karena kita ingin masyarakat tenang disaat menjalankan ibadah puasa dan hari Raya Idul Fitri nanti,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here