Empat Investor Jajaki Bintan

0
1068
TINJAU INVESTASI: Kepala DPMPTSP Bintan Hasfarizal dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, meninjau lokasi investasi KEK smelter Galang Batang, baru-baru ini.F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Empat investor sedang menjajaki beberapa lokasi, untuk menanamkan modal di Bintan. Bahkan sudah ada investor yang mengurus notaris, serta izin prinsipnya. Sedangkan investasi yang bakal hengkang, baru satu yang melapor ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Naker Bintan. Kepala DPMPTSP dan Naker Bintan Hasfarizal Handra menjelaskan, investasi yang sedang menjajaki penanaman modal di Bintan itu antara lain, pengusaha asal Singapura yang ingin mendirikan industri pengalengan daging bebek dan udang, di kawasan industri Lobam.

Investor ini, bukan membuka budi daya udang dan peternakan bebek di dalam kawasan industri Lobam. ”Mereka itu ingin bangun industri pengalengan bebek dan udang di Lobam. Tapi, usaha budi daya udang dan bebek, berada di luar kawasan Lobam. Investasi ini dalam skala besar, tapi nilainya belum disampaikan secara rinci,” jelas Hasfarizal Handra, Jumat (11/8).

Baca Juga :  Jalan Kampung Tekojo Disemenisasi

Hanya saja, lanjut Hasfarizal Handra, kawasan industri Lobam itu merupakan kawasan tertentu, atau terbatas. Justru itu, Pemkab Bintan dan pihak Apindo Bintan sedang mencari solusi, agar kawasan industri Lobam dijadikan kawasan terpadu. ”Kami rasa, perlu perhatian dari Pak Gubernur untuk membantu Pak Bupati, agar kawasan LObam diubah statusnya menjadi kawasan terpadu. Karena, investasi ini solusi untuk mendongkrak ekonomi Kepri yang sedang terjun bebas sekarang,” saran Hasafarizal.

Selain itu, investasi yang sedang menjajaki di Bintan saat ini, yaitu perusahaan Japfa Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk penetasan unggas dalam skala besar. Investasi ini diarahkan Pemkab Bintan, agar dibangun di daerah Pengujan. Tapi, tim Japfa masih menyurvei lokasi yang cocok untuk perusahaan penetasan unggas ini. Kemudian, investor asal Tiongkok saat ini sedang menjajaki untuk penanaman investasi pergudangan dalam skala besar. Investasi ini nantinya membangunan gudang, dengan menyertakan seluruh bentuk barang yang bisa dibeli oleh konsumen internasional. ”Nah, kalau investasi pergudangan ini, mereka ingin membangun di kawasan Batulicin, Wacopek, Bintan Timur. PMA ini sudah ajukan konsep izin prinsip. Artinya, mereka serius untuk menanamkan modal di Bintan,” jelas Hasfarizal didampingi Kabid Perizinan Alfeni.

Baca Juga :  Salah Tulis, Plang Nama Jalan Jadi Perbincangan

Investasi lain yang sedang mengurus notaris dan izin prinsip, lanjutnya, yaitu investasi di kawasan terpadu di Sakerah, Bintan Utara. Investasi perhotelan terpadu ini akan mengembangkan kawasan 26 hektare. ”Investasi ini kan sudah berjalan, dan sedang melengkapi perizinan. Kita berharap, empat investasi ini bisa menampung ribuan tenaga kerja lokal nantinya. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Bintan dan Kepri, bisa naik kembali,” harap Hasfarizal. ”Kalau investasi KEK Galang Batang, RPP sudah di meja Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Mendagri. Kalau sudah jadi PP, September ini PT BAI mulai bangun smelter dan PLTU. Bakal merekrut seribuan pekerja juga,” tambahnya. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here