Empat Pelabuhan Kemenhub Mangkrak

0
227
Pelabuhan Berakit Bintan hanya bisa dipakai kapal kecil seperti pancung karena alurnya dangkal. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Empat pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Kepri mangkrak. Tiga diantaranya karena masalah lahan dan satu masalah alur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, agar tidak sia-sia, dirinya akan melakukan upaya pendekatan dan lobi ke Kemenhub RI terkait mangkraknya sejumlah pelabuhan di Kepri yang dibiayai dari APBN.

”Ada empat pelabuhan di Kepri yang dibangun oleh Kemenhub yang bersumber dari APBN. Namun keempat pelabuhan tersebut mangkrak hingga saat ini, karena timbul berbagai permasalahan,” kata Jamhur, Kamis (10/5).

Jamhur menambahkan, terkait dengan hal ini, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun telah memerintahkan dirinya untuk segera melakukan koordinasi dan lobi dengan pemerintah pusat.

Gubernur juga memerintahkan agar pihaknya mencari jalan keluar sehingga pelabuhan itu bisa selesai dan difungsikan. ”Intinya Pak Gubernur meminta dan mengharapkan, agar pelabuhan yang mangkrak itu, segera diselesaikan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” harapnya.

Ia menyebutkan, terkait ini pihaknya terlebih dulu akan membentuk tim untuk mempelajari masalah yang timbul di empat pelabuhan tersebut. Sehingga, apa-apa yang menjadi ganjalan dapat diselesaikan dan bisa dilanjutkan pembangunannya.

Keempat pelabuhan yang mangkrak tersebut yakni, Pelabuhan Tanjung Berakit di Bintan, Pelabuhan Malarko di Karimun dan dua pelabuhan di Tanjungpinang yakni, Pelabuhan Dompak dan Pelabuhan Tanjungmoco.

Untuk pelabuhan di Dompak, jelasnya, yang menjadi masalah karena adanya tumpang tindih masalah lahan, begitu juga dengan Pelabuhan Tanjungmoco. ”Untuk Pelabuhan Dompak masalah lahan sudah selesai dimana Pemprov Kepri telah menghibahkan lahan tersebut ke Kemenhub. Sedangkan untuk Pelabuhan Tanjungmoco masih belum selesai, sebab yang memiliki lahan ini pihak swasta dan belum ada titik temunya,” jelasnya.

Sedangkan Pelabuhan Berakit sebenarnya pelabuhan sudah siap dibangun, namun karena alur laut di sekitar dermaga mengalami pendangkalan oleh pasir, sehingga belum bisa dioperasikan. Sebab, bila dipaksakan maka kapal yang akan masuk dan keluar bisa kandas.

”Pemkan Bintan sudah meminta ke pusat agar dianggarkan pembangunan pemecah ombak, sehingga pasir tidak masuk di alur kapal yang menuju Pelabuhan Berakit. Sedangkan untuk Pelabuhan Malarko di Karimun, masih menunggu proses lahan yang belum kelar,” ujarnya.

Kemenhub RI tahun 2018 ini tidak menganggarkan kelanjutan pembangunan Pelabuhan Dompak dan Pelabuhan Tanjungmoco, Tanjungpinang. Hal tersebut karena anggaran yang telah diajukan ditolak Kementerian Keuangan.

Dengan tidak dianggarkan kembali, maka semakin lama kedua pelabuhan tersebut akan mangkrak. Bahkan, sudah dipastikan kerusakan pelabuhan akan semakin parah, terutama pelabuhan penumpang yang tinggal tahap finishing di Dompak.

”Ini merupakan tahun ketiga Kemenhub tidak menganggarkan biaya penyelesaian pembangunan kedua pelabuhan di Tanjungpinang ini,” kata Kepala Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kepri Heru Pudyo Nugroho.

Dijelaskannya, anggaran lanjutan atau penyelesaian pembangunan kedua pelabuhan tersebut tidak ada dalam daftar proyek strategis tahun 2018 ini. Dari 27 proyek strategis yang dianggarkan dan akan dikerjakan Kementerian dan Lembaga (K/L) di Kepri anggaran lanjutan kedua pelabuhan tersebut tidak tercantum.

”Kami tidak tau apa permasalahannya, sehingga tiga kali pengajuan tidak digolkan kementerian. Yang tau tentunya instasi terkait, seperti Dishub Kepri dan kementerian atau lembaga di daerah yang membidanginya,” katanya. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here