Empat Sekolah Tak Masuk Zonasi

0
636
Suasana smpn 6 Seipanas Batam yang selama ini menjadi sekolah favoritf-istimewa

BATAM – Empat sekolah negeri di Batam, tidak menerapkan sistem zonasi di PPDB 2018 ini. Keempat sekolah negeri itu, SDN 006 Sekupang, SMPN 3, SMPN 6, dan SMPN 26 Batam. Keempat sekolah negeri ini ditetapkan sebagai rujukan, setelah sekolah unggulan ditiadakan. Dengan demikian, sekolah-sekolah ini bisa menerima siswa dari daerah manapun dan tidak terikat aturan zonasi.

Hal itu dikatakan Plt Kadis Pendidikan Batam, Hendri Arulan, usai sosialisasi PPDB di Aula Kantor Wali Kota Batam, Kamis (31/5). ”Sekolah unggulan kan sudah tidak ada lagi, diganti dengan sekolah rujukan. Itu ada SK Menterinya. Untuk Batam, empat sekolah itulah yang menjadi rujukan seluruh sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Medsos ATB Hadirkan Konten Edukasi Khusus Anak

Penetapan sekolah rujukan ini didasarkan pada prestasi hingga ketersediaan sarana prasarana. Sekolah rujukan untuk tingkat SMP akan disi maksimal 32 siswa sedangkan SD 28 siswa, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

”PPDB di sekolah rujukan, akan melihat pada nilai siswa saat pendaftaran. Tidak saja siswa asal Batam, sekolah rujukan ini juga diperbolehkan menerima siswa asal luar Batam,” katanya.

Pendaftaran sekolah rujukan akan dibuka pada 26-28 Juni mendatang melalui daring (online). Namun tetap akan disediakan nomor antrean di sekolah, karena berdasarkan pengalaman orangtua tetap mendatangi sekolah meskipun pendaftaran secara daring.

Baca Juga :  Taksi Berpolemik, Dunia Pariwisata Terganggu

”Khusus untuk sekolah rujukan kita akan adakan tes tertulis dan wawancara. Ini dilakukan karena kami harus memperhatikan nilai siswa, karena menyangkut pencapaian sekolah rujukan ke depannya,” kata dia.

Dibeberkan, untuk tes tertulis dan wawancara dijadwalkan pada 29-30 Juni 2018. Dan hasil PPDB akan diumumkan 2 Juli, dilanjutkan dengan daftar ulang 3-4 Juli 2018. Sedangkan untuk sekolah yang terapkan sistem zonasi, pendaftaran akan dibuka pada 3-5 Juli. Sistem zonasi ini tetap memperhatikan umur, nilai, jarak rumah ke sekolah hingga waktu siswa mendaftar. ”Setiap siswa diberikan kesempatan memilih dua sekolah di wilayah tempat tinggal mereka,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here