Empat Tahun Dana KONI Tanjungpinang Tak Cair

0
694
PENCAK SILAT: Dua atlet pencak silat saat berlaga di TCC Mall Jumat (21/7) f-yoan/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sejumlah pengurus olahraga (pencabor) berada dalam naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanjungpinang mulai gerah. Karena, sudah hampir 4 tahun lamanya anggaran pembinaan dari Pemko Tanjungpinang, melalui KONI Tanjungpinang, tak pernah dicairkan. Hal ini disampaikan langsung oleh pelatih beladiri cabang olahraga Tarung Derajat Kota Tanjungpinang, Lutfi. kemarin.

Ia mengaku sejauh ini hal yang sama juga dirasakan oleh pengurus cabor lainnya. ”Beda di zaman Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, meskipun sedikit dana pembinaan keluar, namun setiap tahun selalu ada. Inilah kalau Ketua KONI orang ASN, tidak berani desak agar Wako mencairkan dana KONI itu, takut karena atasnya,” bebernya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Lis Minta Promosikan Pariwisata Melalui Instagram

Kata dia, mestinya uang pembinaan itu cair setiap bulannya. Karena, KONI merupakan organisasi resmi dan ada undang-undangnya. KONI juga tidak bisa disalahkan, karena Pemko Tanjungpinang tidak mau mencairkan dana KONI. ”Heran kenapa dana KONI tak cair-cairkan,” tegasnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tanjungpinang, Sunaryo. Ia mengaku kelimpungan dalam urusan mencari dana. ”Kita punya agenda tanding, dan itu selalu berjalan setiap tahun, masak tidak ada solusi untuk antisipasinya. Kasihan nasib atlet kalau seperti ini,” kata dia.

Baca Juga :  Suzuki Berbagi dengan Anak Yatim

Keluhan tersebut diakui mereka sudah lebih dari 2 tahun lamanya berlangsung. Ketika disinggung mengenai persiapan event Walikota Cup bulan Agustus mendatang, beberapa pelaku olahraga menilai perhelatan tersebut kurang tepat mengingat kurang maksimalnya pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang. Datang dari pelatih silat Teratai Merah, Darmawan, yang mengatakan bahwa seharusnya pemko melakukan pematangan pembinaan terlebih dahulu sebelum mengadakan pertandingan.

”Jangan tiba-tiba ada Walikota Cup kalau pembinaan selama ini saja mereka pandang sebelah mata, kalau seperti ini bagaimana atlet bisa berharap lebih, jika agenda hanya sebatas seremonial belaka,” tegasnya berharap adanya pengganti ketua KONI dengan orang yang lebih mampu dan tidak ASN.(cr33) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here