Enam Oknum Polisi Dikirim ke Rutan

0
593

TANJUNGPINANG – Enam anggota polisi Polres Bintan dan satu warga sipil yang jadi tersangka penggelapan barang bukti narkoba dipindahkan ke Rumah Tahanana (Rutan) kelas I Tanjungpinang, Minggu (5/11).

Para tersangka ini sebelumnya dititipkan ke sel tahanan Polres Tanjungpinang. Setelah kasus ini dilimpahkan, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang meminta Kejari Tanjungpinang untuk melakukan pemindahan ke Rutan dan disamakan dengan kasus narkoba lainnya.

Humas Pengadilan Negri Tanjungpinang Santonius mengatakan, ke tujuh terdakwa dalam perkara yang masuk ke PN Tanjungpinang sudah ditunjuk majelis hakimnya dan akan disidangkan 8 November mendatang. ”Majelis dalam perkara ini sudah mengeluarkan dan melanjutkan masa penahan dan ke tujuh terdakwa agar ditahan di Rutan Tanjungpinang,” katanya.

Baca Juga :  Disdik Janji Besok Penyelesaikan Siswa Tidak Tertampung

Hal ini dilakukan karena perkara terdakwa satu dengan dengan terdakwa yang lain saling berkaitan, sehingga dalam pelaksanaan sidangnya dalam hal adminitrasi, perlu dibicarakan secara bersam-sama. ”Agar tidak ada tanggapan masyarakat bahwa ada perlakuan khusus ke terdakwa dalam perkara ini,” sebutnya.

Santonius menyebutkan, PN Tanjungpinang, memandang pihak Rutan adalah pihak yang sudah diberikan Undang-undang mengurusi hal-hal terkait dengan penahan. Bahkan, sudah dianggap profesional dan kompeten, terkait keselamatan ke tujuh terdakwa dan itu pasti diberikan. ”Kami rasa, Rutan sudah profesional dan kompeten, serta keselamatan mereka akan terjamin,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Robohkan Pagar Pembatas

Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang Supardi mengatakan, pihaknya menerima surat perintah pemindahan ke Rutan Tanjungpinang pada Jumat sore. Sementara itu Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Rony Widiyatmoko mengaku pihaknya selalu siap menerima tahanan, karena Rutan sendiri merupakan institusi yang profesional secara Undang-undang melakukan perawatan dan menerima titipan tahanan dari pihak penahanan. Bahkan, ketika terjadi masalah-masalah di luar kemampuan, pihaknya bisa meminta bantuan ke polisi.

”Kita harus selalu siap merima tahanan. Untuk hari pertama, kita letakkan ruang orientasi yang menjadi tempat tahanan baru agar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru,” jelasnya.

Baca Juga :  Beras Medium Hanya Rp 8.100 Per Kilo

Rony menuturkan, ketika pihaknya melihat situasi yang bersangkutan kalau itu dilakukan sesuai prosedur yang benar dan nantinya akan muncul gangguan keamanan.

Maka pihaknya akan menempatan tahanan ini ke tempat yang lain. Namun, untuk menghindari situasi seperti itu, pihaknya akan melaksanakan tupoksinya, merawat dan menerima tahanan. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here