Enam Orang Tewas Terpanggang Api

0
901
PETUGAS mengangkat para jenazah korban kebakaran di Batuampar, Kamis (21/6).f-martua/tanjungpinang pos

Kebakaran Melanda Rumah Satu Keluarga Di Batam

Saat sekeluarga dan pembantunya sedang tidur lelap di rumah mereka di Batuampar, kebakaran terjadi hingga menewaskan enam orang di antaranya, Kamis (21/6).

BATAM – Sebanyak enam dari tujuh orang yang mendiami rumah itu tewas. Sedangkan satu orang lagi mengalami luka bakar yang kritis dan saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.

Rumah yang berada di antara gudang perusahaan itu terbakar pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Kejadian mengenaskan itu berlangsung di Gudang Air Blok A2 No.3 Kawasan Industri Mega Cipta (KIMC) Batumerah, Batuampar, Batam.

Keterangan warga, rumah itu dihuni tujuh orang, terdiri satu pasang suami dan istri. Kemudian tiga orang anaknya dan dua orang pembantu rumah tangga.

Baca Juga :  Banyan Tree Resort Bintan Wakili Indonesia ke ASEAN

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, setelah sekitar satu jam kebakaran berlangsung. Setelah api padam, barulah petugas bisa menemukan dan mengidentifikasi semua korban.

”Tujuh orang yang tinggal. Enam meninggal dan satu orang selamat, tapi kritis. Yang kritis itu pembantunya,” ucap seorang petugas kepolisian yang enggan disebut namanya.

Petugas itu enggan menanggapi wartawan lebih jauh, termasuk apa penyebab kejadian kebakaran itu. Namun warga sekitar menyebutkan, mereka baru tahu kejadian setelah api membesar. Mereka mendengar suara seperti kebakaran pada kayu hingga melihat ada api besar.

”Kami coba menyiram pakai air di mobil tangki di situ, tapi tidak bisa. Kemudian pemadam kebakaran datang. Api padam, tapi setelah api mati, enam orang meninggal,” cerita seorang warga.

Mendapati kabar itu, Wali Kota Batam, HM Rudi kemudian meninjau lokasi kebakaran. Ikut mendampingi, Wakil Wali Kota, Amsakar, Sekda Batam, Jefridin, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Batam, Hasyimah.

Baca Juga :  Netralitas TNI bukan Berarti Apatis

Rombongan itu kemudian menemui petugas dari aparat kepolisian yang jumlahnya puluhan orang untuk melihat kondisi di dalam, namun tidak diizinkan petugas karena proses penyelidikan.

Karena tidak diizinkan aparat kepolisian yang menjaga lokasi kebakaran, Rudi dan rombongan memilih meninggalkan tempat kejadian. Rudi memilih untuk menjenguk korban kebakaran yang selamat dan dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Sementara untuk bantuan, Hasyimah mengaku belum diputuskan.

”Kita saja belum bisa masuk. Kita mau bantu, belum bisa masuk. Katanya, karena ini milik perusahaan. Tapi nanti untuk korban mungkin akan kita bantu. Pak Wali nanti akan melihat korban di rumah sakit, karena ada satu orang dirawat di rumah sakit. Jadi kita bantu warga yang korban,” beber Hasyimah.

Baca Juga :  Mesin PLN Terbakar

Untuk sementara, diduga kebakaran akibat korsleting listrik. Para korban yakni pasangan suami istri Josua dan Pang Pang dan dua anak mereka yang masih balita yakni Wiliam dan Eby serta dua pembantu yakni Ace dan Anggit. Sementara seorang pembantu lainnya, Rosaline selamat dam dirawat intensif di rumah sakit.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi turun langsung ke lokasi kejadian. Sementara itu seluruh jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Batubesar Nongsa.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here